SETIAP hari kita menyaksikan pergantian kehidupan. Ada bayi yang lahir membawa harapan, ada anak yang tumbuh menjadi dewasa, dan ada pula mereka yang dipanggil Allah kembali kepada-Nya. Begitulah sunnatullah yang terus berlangsung sejak zaman Nabi Adam hingga hari ini. Tak ada manusia yang mampu menghentikan waktu, dan tak seorang pun mengetahui kapan lembaran hidupnya akan ditutup.
Baca Juga: Sayangilah yang di Bumi Agar Dicintai Allah
Hidup Adalah Amanah yang Tak Pernah Menunggu Esok
Kematian adalah rahasia Allah yang paling dekat dengan manusia. Ada yang dipanggil ketika masih dalam kandungan, ada yang meninggal saat masa kanak-kanak, ada yang wafat di usia muda, dan ada pula yang Allah panjangkan umurnya hingga senja kehidupan. Semua terjadi sesuai ketetapan-Nya, tanpa bisa dimajukan ataupun ditunda walau hanya sesaat.
Karena itu, sungguh keliru jika kita merasa pasti akan bertemu hari esok. Rencana boleh disusun, cita-cita boleh dikejar, tetapi tidak ada jaminan bahwa napas berikutnya masih menjadi milik kita. Al-Qur’an mengingatkan bahwa apabila ajal telah datang, manusia tidak dapat mengundurkannya maupun mempercepatnya. Kesadaran inilah yang seharusnya membuat kita lebih menghargai setiap detik kehidupan.
Sering kali kita dikejutkan oleh kabar seseorang yang baru saja kita temui, lalu beberapa jam kemudian telah meninggal dunia. Bagi manusia itu terasa mendadak, tetapi di sisi Allah semuanya telah ditetapkan dengan sangat sempurna. Yang menjadi persoalan bukan kapan kematian datang, melainkan dalam keadaan apa kita menghadap-Nya.
Saat nyawa telah sampai di tenggorokan, tak ada lagi kesempatan menambah amal, memperbaiki kesalahan, ataupun mengulang waktu yang telah berlalu. Penyesalan tidak lagi berguna ketika pintu taubat telah tertutup. Maka, jangan menunggu menjadi lebih tua untuk berubah. Ajal tidak pernah menunggu seseorang selesai bertaubat.
Selain mempersiapkan bekal akhirat, kita juga hidup sebagai pengemban amanah. Allah menitipkan keluarga, pekerjaan, ilmu, harta, kesehatan, dan berbagai potensi yang semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Amanah mungkin tidak pernah benar-benar selesai hingga akhir hayat, tetapi kewajiban kita adalah terus berusaha menunaikannya dengan ikhlas.
Imam Ahmad bin Hanbal pernah menasihatkan, “Jika kamu ingin Allah terus memberimu hal yang kamu sukai, maka bersungguh-sungguhlah mengerjakan hal-hal yang Allah sukai.” Nasihat ini mengajarkan bahwa keberkahan hidup lahir dari ketaatan, bukan sekadar dari banyaknya nikmat yang dimiliki.
Allah juga berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 27 agar orang-orang beriman tidak mengkhianati Allah, Rasul-Nya, maupun amanah yang dipercayakan kepada mereka. Setiap tugas, sekecil apa pun, akan diperlihatkan di hadapan Allah kelak. Tidak ada kebaikan yang sia-sia, dan tidak ada kelalaian yang luput dari perhitungan-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hidup ini hanyalah perjalanan singkat menuju kampung akhirat. Maka jadilah hamba yang produktif dalam amal saleh, berhati-hati menjaga amanah, dan senantiasa meluruskan niat dalam setiap kebaikan. Semoga ketika saat itu tiba, kita pulang kepada Allah dengan membawa hati yang bersih dan amal yang diterima. [DW]
Sumber: Ustadzah Rochma Yulika





