DI TENGAH hamparan sawah atau lahan kosong, alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu tanaman budidaya. Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, tanaman bernama latin Imperata cylindrica ini menyimpan potensi sebagai tanaman herbal yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Bagian yang paling banyak digunakan bukanlah daunnya, melainkan akarnya yang berwarna putih kekuningan.
Dalam ramuan jamu Nusantara, akar alang-alang dikenal sebagai bahan herbal yang dipercaya membantu menjaga kesehatan saluran kemih, meredakan panas dalam, hingga mendukung fungsi tubuh secara alami. Sejumlah kajian ilmiah juga menunjukkan bahwa akar alang-alang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan serta berpotensi memberikan berbagai manfaat kesehatan.
Baca Juga: Ini Dia Ragam Manfaat dan Kandungan Kimpul yang Sedang Viral
Khasiat Akar Alang-alang yang Menarik untuk Diketahui
Membantu melancarkan buang air kecil
Salah satu manfaat yang paling dikenal dari akar alang-alang adalah efek diuretiknya, yaitu membantu meningkatkan produksi urine. Dalam pengobatan tradisional, rebusan akar alang-alang sering digunakan untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih dan mendukung proses pengeluaran cairan berlebih dari tubuh.
Meskipun demikian, penggunaannya tetap sebaiknya tidak menggantikan terapi medis apabila seseorang mengalami infeksi saluran kemih atau gangguan ginjal yang memerlukan penanganan dokter.
Kaya antioksidan untuk melindungi sel tubuh
Akar alang-alang mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan berfungsi membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang berkaitan dengan proses penuaan serta berbagai penyakit kronis.
Kajian ilmiah mengenai akar alang-alang menunjukkan bahwa kandungan bioaktif tersebut menjadi salah satu alasan tanaman ini banyak diteliti sebagai bahan baku jamu dan produk herbal.
Berpotensi membantu meredakan nyeri
Beberapa penelitian farmakologi menemukan adanya potensi efek analgesik pada ekstrak akar alang-alang. Artinya, tanaman ini sedang diteliti karena kemampuannya dalam membantu mengurangi rasa nyeri melalui mekanisme tertentu pada penelitian praklinis.
Namun, penting dipahami bahwa hasil penelitian laboratorium belum berarti akar alang-alang dapat dijadikan pengganti obat pereda nyeri yang diresepkan dokter. Masih diperlukan penelitian klinis yang lebih luas pada manusia.
Mendukung kesehatan hati
Kajian literatur dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa akar alang-alang memiliki potensi sebagai salah satu bahan jamu yang sedang dikaji untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk dukungan terhadap fungsi hati. Potensi tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam akarnya.
Meski demikian, manfaat ini masih berada pada ranah penelitian sehingga tidak boleh diartikan sebagai obat untuk penyakit hati.
Membantu meredakan panas dalam secara tradisional
Di berbagai daerah di Indonesia, air rebusan akar alang-alang sering diminum ketika tubuh terasa panas atau tenggorokan terasa kering. Pemanfaatan ini telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional selama bertahun-tahun. Beberapa sumber menyebutkan bahwa sifat antipiretik dan kandungan antioksidan pada alang-alang diduga berkontribusi terhadap rasa nyaman saat tubuh sedang kurang fit.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Akar alang-alang umumnya digunakan dalam bentuk rebusan. Akar yang telah dicuci bersih direbus bersama air hingga mendidih, kemudian airnya diminum setelah hangat. Hindari menambahkan gula berlebihan agar manfaat herbalnya tetap optimal. [DW]





