JAKARTA Islamic School (JISc) dipercaya menjadi salah satu Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Provinsi DKI Jakarta).
Kepercayaan ini menjadi bagian dari langkah JISc dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan pendidikan masa depan.
Program School Model Implementation Deep Learning, Coding and Artificial Intelligence DKI Jakarta merupakan bagian dari pengembangan satuan pendidikan yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat kualitas pembelajaran di tengah transformasi digital.
Berdasarkan dokumen Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, program Sekolah Model Implementasi PM dan KKA merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang dilaksanakan pada 19 Januari 2026. Kementerian juga telah melakukan identifikasi satuan pendidikan yang memenuhi kriteria calon sekolah model.
Sejumlah kriteria menjadi pertimbangan dalam penentuan calon sekolah model. Di antaranya, satuan pendidikan pernah mengikuti pelatihan PM dan KKA, memiliki akreditasi minimal B, serta memenuhi capaian indikator prioritas dalam Rapor Pendidikan dan literasi serta numerasi. Untuk implementasi KKA, sekolah juga telah menerapkan mata pelajaran KKA sebagai mata pelajaran pilihan.
SD JISc Jadi Sekolah Model Deep Learning dan AI di Jakarta, Satu-Satunya Sekolah Islam yang Terpilih
Sebagai sekolah model, JISc tidak hanya diharapkan menerapkan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial dalam kegiatan belajar mengajar. Sekolah model juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh satuan pendidikan lainnya.
Komitmen sekolah model mencakup integrasi PM dan KKA ke dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) serta penerapannya dalam praktik pembelajaran dan tata kelola satuan pendidikan.
Selain itu, sekolah model diharapkan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kontekstual, aman, inklusif, dan berbasis pengalaman. Penguatan komunitas belajar internal pendidik juga menjadi bagian penting untuk melakukan refleksi dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran.
Bagi JISc, implementasi program tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara kreatif dan bertanggung jawab.
Pembelajaran berbasis deep learning, coding, dan artificial intelligence diharapkan dapat mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, serta penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Predikat sekolah model juga membawa tanggung jawab untuk mendokumentasikan praktik baik dan membagikan pengalaman implementasi kepada satuan pendidikan lain.
Dalam dokumen komitmen, sekolah model bahkan diharapkan menyediakan ruang bagi pendidik, pemangku kepentingan, maupun sekolah lain untuk mengamati, mempelajari, dan mengadopsi praktik baik dalam penerapan PM dan KKA.
JISc juga didorong untuk membangun kolaborasi dengan sekolah lain, komunitas pendidik, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat penerapan program secara berkelanjutan.
Kepercayaan ini menjadi bagian dari perjalanan JISc untuk terus menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas pendidikan Islam.
Dengan menjadi bagian dari School Model Implementation Deep Learning, Coding and Artificial Intelligence DKI Jakarta, JISc diharapkan mampu menjadi salah satu contoh penerapan inovasi pembelajaran sekaligus berkontribusi dalam mendorong transformasi pendidikan di Jakarta. [Din]





