RASA gatal pada kulit memang sering terasa sepele. Namun ketika muncul berulang, disertai kemerahan, kulit kering atau bentol, aktivitas sehari-hari bisa ikut terganggu. Alergi, dermatitis, gigitan serangga, hingga iritasi merupakan beberapa kondisi yang dapat memicu keluhan tersebut. Tidak sedikit orang kemudian mencari bahan alami sebagai pendamping untuk menenangkan kulit.
Beberapa tanaman herbal memang memiliki senyawa yang berpotensi membantu meredakan peradangan atau menjaga kelembapan kulit. Meski begitu, istilah “ampuh mengobati alergi” perlu disikapi dengan hati-hati. Herbal tidak otomatis dapat menyembuhkan penyebab alergi dan tidak seharusnya menggantikan pemeriksaan medis ketika keluhan berat atau terus berulang.
Baca Juga: Ketahui Tips Membersihkan Kompor Gas Tanam di Sini
Ketahui Jenis Tanaman Herbal yang Ampuh untuk Obati Gatal dan Alergi
1. Lidah Buaya yang Memberikan Sensasi Sejuk
Lidah buaya atau Aloe vera menjadi salah satu tanaman yang paling sering digunakan untuk perawatan kulit. Gel di dalam daunnya memiliki kandungan yang dapat membantu memberikan kelembapan dan sensasi menenangkan pada kulit yang terasa kering atau teriritasi. Kementerian Kesehatan juga menyebutkan lidah buaya dapat membantu mengatasi kulit kering dan gatal akibat iritasi.
Namun, bukti ilmiah khusus untuk dermatitis atopik masih belum kuat. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan, sementara tinjauan lain menilai bukti penggunaan lidah buaya masih terbatas.
Jika ingin menggunakannya, pilih gel lidah buaya yang sederhana dan hentikan pemakaian apabila kulit justru terasa perih atau semakin merah.
2. Kunyit dengan Kandungan Kurkumin
Kunyit tidak hanya dikenal sebagai bumbu dapur. Tanaman dengan nama ilmiah Curcuma longa ini mengandung kurkumin yang mempunyai sifat antiinflamasi dan antioksidan. Sejumlah penelitian telah mengeksplorasi penggunaan kunyit atau kurkumin untuk berbagai masalah kulit, termasuk dermatitis dan rasa gatal.
Akan tetapi, penelitian pada manusia masih berkembang. Artinya, kunyit sebaiknya tidak dianggap sebagai obat utama untuk alergi kulit. Mengoleskan parutan kunyit secara langsung juga bukan pilihan yang selalu aman karena kulit sensitif dapat mengalami iritasi.
3. Licorice atau Akar Manis
Akar manis atau Glycyrrhiza glabra juga menarik perhatian dalam penelitian mengenai perawatan kulit. Beberapa uji klinis terhadap sediaan herbal menunjukkan adanya potensi membantu mengurangi gejala dermatitis atopik. Tinjauan sistematis bahkan menemukan gel licorice termasuk salah satu sediaan herbal yang menunjukkan hasil positif dalam penelitian tertentu.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut belum cukup untuk menyatakan akar manis sebagai obat alergi kulit yang pasti efektif. Bentuk, konsentrasi dan cara penggunaannya juga berbeda-beda dalam penelitian.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Penggunaan bahan alami tetap membutuhkan kehati-hatian. Kulit yang sedang mengalami alergi justru bisa menjadi lebih sensitif terhadap bahan baru. Karena itu, jangan langsung mengoleskan banyak jenis herbal sekaligus. Jika ingin mencoba produk herbal topikal, lakukan pada area kecil terlebih dahulu dan perhatikan reaksinya.
Yang juga penting, kenali penyebab gatal. Jika keluhan disertai bengkak pada wajah atau bibir, sesak napas, luka yang terinfeksi, demam, atau ruam menyebar dengan cepat, jangan mengandalkan herbal. Kondisi seperti itu membutuhkan pertolongan medis.
Pada akhirnya, tanaman herbal memang memiliki potensi sebagai pendamping perawatan kulit, tetapi bukan berarti semua bahan alami otomatis aman dan mampu menyembuhkan alergi. Penelitian terbaru masih menunjukkan hasil yang beragam dan kualitas bukti untuk sejumlah herbal belum cukup kuat untuk menjadi rekomendasi pengobatan utama.
Jadi, boleh mengenal manfaat tanaman herbal, tetapi tetap bijak dalam menggunakannya. Kulit yang sehat bukan hanya soal mencari bahan yang paling alami, melainkan juga memahami penyebab masalah dan memberikan perawatan yang sesuai. [DW]





