AIR cucian beras sudah lama dikenal sebagai salah satu bahan perawatan kecantikan rumahan. Di banyak negara Asia, termasuk Indonesia, air berwarna putih keruh yang biasanya dibuang setelah mencuci beras ini kerap dimanfaatkan untuk membilas wajah atau rambut. Praktiknya sederhana dan murah, sehingga tidak heran jika sampai sekarang masih banyak orang yang mencobanya.
Namun, sebelum ikut tren tersebut, ada baiknya mengetahui bahwa manfaat air cucian beras tidak semuanya sudah terbukti secara klinis. Penelitian mengenai air cucian beras secara langsung masih terbatas. Sebagian besar penelitian justru dilakukan terhadap ekstrak beras atau rice bran (bekatul), yang kandungan dan konsentrasinya tentu tidak sama dengan air cucian beras rumahan. Sebuah tinjauan ilmiah juga menyebut penggunaan air cucian beras untuk kulit dan rambut sudah menjadi bagian dari tradisi, tetapi masih membutuhkan validasi ilmiah lebih lanjut.
Baca Juga: 7 Ide Finger Food untuk Bayi 7 Bulan ke Atas yang Mudah Dibuat
Manfaat Air Cucian Beras untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Bikin Kulit Lebih Sehat?
Meski begitu, ada beberapa alasan mengapa air beras menarik untuk perawatan kulit.
1. Mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan
Beras dan bagian bekatulnya memiliki sejumlah senyawa bioaktif, termasuk senyawa fenolik dan berbagai komponen antioksidan. Penelitian terhadap ekstrak bekatul menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang berpotensi membantu melindungi kulit dari efek radikal bebas.
Karena itu, air cucian beras sering digunakan sebagai bagian dari perawatan sederhana untuk membuat kulit terasa lebih segar. Namun, jangan menyamakannya dengan serum antioksidan yang sudah diformulasikan khusus untuk kulit.
2. Berpotensi membantu menjaga kelembapan kulit
Penelitian pada produk kosmetik yang mengandung senyawa bioaktif dari bekatul menemukan adanya peningkatan hidrasi kulit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komponen dari beras memang memiliki potensi dalam formulasi perawatan kulit.
Akan tetapi, penelitian tersebut menggunakan ekstrak bekatul yang diformulasikan secara khusus, bukan air cucian beras yang dibuat di dapur. Jadi, manfaatnya tidak bisa langsung disamakan.
3. Berpotensi mendukung perawatan kulit terkait penuaan
Sebuah penelitian mengenai formulasi gel berbahan air beras menemukan aktivitas antioksidan dan kemampuan menghambat elastase secara in vitro. Dalam pengujian tersebut, formulasi berbasis air beras juga dinilai kompatibel dengan kulit pada kelompok relawan yang diteliti.
Temuan ini menarik, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa mencuci wajah dengan air beras secara rutin dapat menghilangkan kerutan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
4. Bisa digunakan sebagai perawatan rambut
Air beras juga populer sebagai bilasan rambut. Sebuah studi yang membahas penggunaan air hasil mencuci beras sebagai perawatan rambut pernah dipublikasikan dalam *International Journal of Cosmetic Science*. Sementara itu, tinjauan sistematis mengenai produk beras menemukan adanya potensi rice bran dalam mendukung kesehatan rambut, meskipun bukti klinisnya masih belum kuat.
***
Jika ingin mencoba, gunakan air cucian beras yang masih segar dan simpan dengan cara yang higienis. Jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang karena bahan berbasis air tanpa pengawet mudah terkontaminasi mikroorganisme. Sebelum menggunakannya pada wajah, lakukan uji pada area kulit kecil terlebih dahulu. Jika muncul rasa perih, kemerahan, gatal, atau iritasi, segera hentikan penggunaannya.
Pada akhirnya, air cucian beras boleh saja menjadi bagian dari perawatan kecantikan sederhana. Hanya saja, jangan menganggapnya sebagai pengganti produk skincare yang sudah diformulasikan dan diuji. Perawatan dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari tetap jauh lebih penting. [DW]





