BAGI sebagian orang, secangkir kopi Americano menjadi teman untuk memulai aktivitas. Rasanya yang pahit tanpa tambahan susu, krimer, atau sirup membuat minuman ini sering dianggap lebih “aman” bagi orang yang sedang menjalani program diet. Dari sinilah muncul pertanyaan, benarkah kopi Americano bisa membantu menurunkan berat badan?
Jawabannya, bisa menjadi bagian dari pola makan untuk menurunkan berat badan, tetapi bukan berarti kopi Americano secara otomatis membuat berat badan turun. Kunci utamanya tetap berada pada pola makan, jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebiasaan hidup secara keseluruhan.
Americano pada dasarnya merupakan espresso yang dicampur dengan air. Jika tidak ditambahkan gula, susu, krimer, sirup, atau topping lainnya, kandungan kalorinya relatif rendah. Kondisi inilah yang membuat Americano berbeda dengan banyak minuman kopi kekinian yang dapat mengandung tambahan gula dan kalori cukup tinggi.
Baca Juga: Ragam Minuman yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal, Bukan Sekadar “Membersihkan”
Benarkah Kopi Americano Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?
Kementerian Kesehatan RI juga pernah membahas penggunaan kopi dan teh dalam pola diet rendah kalori. Kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan kadar hormon epinefrin yang berperan dalam proses pemecahan lemak. Namun, Kemenkes menegaskan bahwa efek tersebut tidak akan maksimal jika tidak dibarengi pola makan sehat dan olahraga yang cukup. Kopi juga dianjurkan dikonsumsi tanpa tambahan gula atau krim.
Kafein memang memiliki efek stimulan terhadap tubuh. Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa kafein dan kopi dapat meningkatkan laju metabolisme dalam kondisi tertentu. Namun, efeknya terhadap pembakaran lemak tidak selalu sama pada setiap orang. Respons tubuh dapat dipengaruhi oleh berat badan, kebiasaan mengonsumsi kafein, serta faktor metabolisme lainnya.
Karena itu, jangan menganggap secangkir Americano sebagai “minuman pembakar lemak” yang bisa menggantikan olahraga atau pengaturan makanan. Minum kopi kemudian tetap mengonsumsi makanan tinggi kalori sepanjang hari tentu tidak akan menghasilkan penurunan berat badan hanya karena adanya kafein.
Ada pula hal lain yang perlu diperhatikan. Sebagian orang mungkin merasa lebih berenergi setelah minum kopi sehingga lebih bersemangat beraktivitas. Namun, jika kopi dikonsumsi terlalu sore atau malam dan akhirnya mengganggu tidur, efeknya justru bisa menjadi bumerang. Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit mengatur pola makan dan menjaga kebiasaan sehat.
Bagi yang ingin memasukkan Americano dalam menu diet, pilihan paling sederhana adalah kopi tanpa gula dan tanpa tambahan krimer. Namun, jumlah konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan toleransi tubuh. Kemenkes menyebut batas asupan kafein bagi orang dewasa sehat secara umum sekitar 400 mg per hari, tetapi sensitivitas setiap orang berbeda.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jadi, Americano bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan. Manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai salah satu pilihan minuman rendah kalori yang dapat mendukung pola makan terkontrol. Jika dikonsumsi secara bijak dan disertai pola makan seimbang serta aktivitas fisik rutin, secangkir Americano tanpa gula dapat menjadi teman yang cukup bersahabat dalam perjalanan mencapai berat badan yang lebih sehat. [DW]





