PEMILIHAN pascabencana tidak hanya membutuhkan perbaikan infrastruktur, tetapi juga penguatan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Kelompok masyarakat dengan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus membutuhkan pemantauan dan pendampingan berkelanjutan agar kondisi kesehatan tetap terkelola.
Upaya tersebut dilakukan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh melalui Program Recovery Kebencanaan dengan menggelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program Recovery Kebencanaan bertema “Revitalisasi Layanan Kesehatan Berbasis Masyarakat Pascabencana” di Gampong Meunasah Lhok, Kec. Meureudu, Kab. Pidie Jaya Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.00 WIB ini diikuti 26 peserta, terdiri atas pihak Puskesmas, Geusyik, bendahara gampong, Tuha Peut, bidan desa, serta seluruh kader kesehatan Gampong Meunasah Lhok.
Program Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh merupakan bagian dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar. Program diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui kolaborasi antara LKC Dompet Dhuafa Aceh, Puskesmas, pemerintah gampong, bidan desa, kader, dan masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama pihak Puskesmas memperkenalkan rencana Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Pos Sehat Penyakit Tidak Menular (PTM), sekaligus membahas peran kader dalam mendukung pelayanan kesehatan di tingkat gampong.
Baca Juga: BPS Catat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Mencapai 83.28 Persen
Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana, LKC Dompet Dhuafa Aceh Gandeng Masyarakat Gampong Meunasah Lhok

Melalui FGD, peserta menggali kebutuhan kesehatan masyarakat dan menyepakati penguatan layanan Pos Sehat PTM, khususnya melalui skrining dan pendampingan masyarakat dengan hipertensi dan diabetes mellitus. Pendampingan diarahkan untuk membantu masyarakat mengidentifikasi faktor risiko, memantau kondisi kesehatan, serta memperoleh dukungan secara berkelanjutan melalui kader dan jejaring layanan kesehatan. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan Pos Sehat PTM untuk mendeteksi faktor risiko secara dini serta mengelola masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun telah terdiagnosis PTM.
Sementara itu, komponen Pos Sehat KIA akan dikembangkan sesuai hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat, dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Program KIA mencakup pemantauan status kesehatan dan gizi, pendampingan ibu hamil, pemantauan bayi dan balita, serta kunjungan rumah bagi sasaran yang membutuhkan.Geusyik Gampong Meunasah Lhok menyambut baik kehadiran Program Recovery Kebencanaan di wilayahnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa karena telah memilih Gampong Meunasah Lhok sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program. Kami berharap dengan kehadiran program ini dapat membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di gampong.”
Sementara itu, Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menegaskan bahwa program recovery tidak dirancang sekadar menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar dapat menjaga keberlanjutan layanan bersama.“Recovery bukan hanya tentang menghadirkan layanan, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali masalah kesehatannya, saling mendukung, dan bersama-sama membangun sistem pelayanan yang dapat terus berjalan. Karena itu, fasilitator kami akan mendampingi masyarakat dan menghubungkan berbagai pihak agar potensi yang ada di gampong dapat digerakkan secara gotong royong,” ujar Arfan.
Pendampingan di Gampong Meunasah Lhok akan dilakukan oleh Uswatun Hasanah sebagai fasilitator yang berperan menghubungkan pemerintah gampong, Puskesmas, kader, dan masyarakat dalam pelaksanaan program. Sebagai tindak lanjut, program akan memasuki tahapan asesmen kebutuhan, skrining status kesehatan, pendampingan masyarakat dengan hipertensi dan diabetes mellitus, penguatan kapasitas kader, serta home visit sesuai kebutuhan sasaran.Seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kondisi masyarakat dan dapat berkelanjutan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Melalui Program Recovery Kebencanaan, LKC Dompet Dhuafa Aceh berharap pemulihan kesehatan pascabencana tidak berhenti pada pemberian layanan, tetapi berkembang menjadi penguatan kapasitas masyarakat dan layanan kesehatan berbasis gampong. Dengan kolaborasi dan gotong royong lintas sektor, masyarakat diharapkan semakin mampu menjaga dan mengelola kesehatannya secara berkelanjutan. [DW]
Penulis:
Uswatun Hasanah
(Fasilitator Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh)


