KHIMAR berbahan wolfis menjadi salah satu pilihan favorit banyak muslimah karena memiliki tekstur yang lembut, ringan, tidak mudah kusut, dan jatuh saat dikenakan. Selain nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari, bahan wolfis juga dikenal tidak terlalu panas sehingga cocok digunakan di berbagai kondisi cuaca.
Meski tergolong bahan yang cukup awet, khimar wolfis tetap memerlukan perawatan yang tepat. Jika sering dicuci dengan cara yang kurang benar, warna kain bisa cepat memudar, serat menjadi kasar, bahkan bentuk khimar berubah. Agar khimar kesayangan tetap terlihat seperti baru, berikut empat tips perawatan yang bisa diterapkan di rumah.
Baca Juga: Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Fermentasi, Apa Saja Risikonya bagi Kesehatan?
4 Tips Merawat Khimar Berbahan Wolfis agar Tetap Lembut dan Awet Digunakan
1. Cuci Menggunakan Deterjen yang Lembut
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih deterjen. Sebaiknya gunakan deterjen cair atau deterjen khusus pakaian berbahan halus karena lebih mudah larut dan tidak meninggalkan residu pada kain.
Saat mencuci, hindari penggunaan pemutih atau bahan kimia yang terlalu keras karena dapat membuat warna khimar cepat pudar. Jika terdapat noda ringan, cukup gosok perlahan menggunakan tangan tanpa mengucek terlalu kuat agar serat kain tetap terjaga.
Apabila mencuci menggunakan mesin cuci, gunakan mode delicate atau gentle dan masukkan khimar ke dalam kantong laundry agar tidak bergesekan langsung dengan pakaian lain yang memiliki resleting atau kancing.
2. Hindari Memeras Terlalu Keras
Setelah selesai dicuci, banyak orang langsung memelintir khimar untuk mengeluarkan air. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena dapat membuat serat wolfis meregang dan bentuk khimar berubah.
Sebagai gantinya, tekan kain secara perlahan untuk mengurangi sisa air. Cara ini memang membutuhkan waktu pengeringan sedikit lebih lama, tetapi mampu menjaga bentuk dan kelembutan kain sehingga tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang.
Selain itu, hindari menggunakan mesin pengering dengan suhu tinggi karena panas berlebih dapat memengaruhi kualitas serat kain.
3. Jemur di Tempat Teduh dan Memiliki Sirkulasi Udara Baik
Menjemur khimar langsung di bawah sinar matahari yang terik memang membuat kain lebih cepat kering. Namun, paparan sinar matahari berlebihan dapat menyebabkan warna kain memudar, terutama untuk khimar berwarna gelap atau pastel.
Sebaiknya jemur khimar di tempat yang teduh namun tetap memiliki sirkulasi udara yang baik. Gantung menggunakan hanger agar bentuk khimar tetap rapi dan tidak meninggalkan bekas lipatan.
Cara sederhana ini membantu mempertahankan warna sekaligus membuat kain lebih awet meski sering digunakan.
4. Simpan dengan Rapi dan Hindari Tumpukan Berlebihan
Setelah khimar benar-benar kering, simpan di lemari yang bersih dan bebas lembap. Anda bisa menggantungnya menggunakan hanger atau melipatnya dengan rapi jika ruang penyimpanan terbatas.
Hindari menumpuk terlalu banyak khimar dalam satu tumpukan karena tekanan yang terus-menerus dapat membuat kain kusut dan sulit kembali ke bentuk semula. Jika menggunakan pewangi lemari, pilih produk yang aromanya tidak terlalu menyengat agar tidak meninggalkan noda pada kain.
Perawatan yang tepat tidak hanya membuat khimar terlihat lebih indah, tetapi juga menghemat pengeluaran karena tidak perlu sering membeli hijab baru. Dengan mencuci secara lembut, menghindari panas berlebih, menjemur di tempat yang tepat, dan menyimpannya dengan benar, khimar berbahan wolfis dapat tetap nyaman dikenakan dalam waktu yang lama.
Merawat hijab sebenarnya bukan pekerjaan yang rumit. Konsistensi dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana justru menjadi kunci agar warna tetap cerah, serat kain tetap halus, dan tampilan khimar selalu rapi setiap kali digunakan. [DW]



