BERMAIN merupakan cara terbaik bagi balita untuk belajar. Melalui berbagai aktivitas sederhana, anak dapat mengembangkan kemampuan berpikir, motorik, hingga keterampilan sosial. Salah satu permainan edukatif yang masih sering digunakan di PAUD maupun taman kanak-kanak adalah meronce.
Meronce adalah kegiatan menyusun atau memasukkan benda-benda berlubang, seperti manik-manik, sedotan, potongan sedotan warna-warni, pasta, atau potongan kayu ke dalam seutas tali. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini ternyata memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak.
Berbagai penelitian di bidang pendidikan anak usia dini juga menunjukkan bahwa kegiatan meronce mampu meningkatkan kemampuan motorik halus, koordinasi mata dan tangan, serta konsentrasi anak. Karena itu, tidak ada salahnya jika orang tua menghadirkan permainan ini sebagai aktivitas rutin di rumah.
Baca Juga: 7 Kafe di Jakarta yang Nyaman untuk Membaca Buku
5 Manfaat Meronce untuk Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua
Berikut beberapa manfaat meronce yang perlu diketahui.
1. Melatih Motorik Halus Anak
Manfaat utama meronce adalah membantu perkembangan motorik halus. Saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, anak menggunakan otot-otot kecil pada jari dan pergelangan tangan.
Gerakan mengambil, memegang, mengarahkan, lalu memasukkan benda ke dalam lubang membutuhkan ketelitian dan koordinasi yang baik. Semakin sering anak berlatih, kekuatan jari serta kelenturan tangannya akan semakin berkembang.
Kemampuan motorik halus ini nantinya sangat berguna ketika anak mulai belajar menulis, mengancingkan baju, menggunting, maupun menggunakan alat makan sendiri. Berbagai penelitian pada anak usia dini menunjukkan bahwa kegiatan meronce efektif meningkatkan kemampuan motorik halus.
2. Meningkatkan Konsentrasi dan Kesabaran
Meronce membutuhkan fokus. Anak harus memperhatikan ukuran benda, posisi tali, hingga urutan warna atau bentuk yang akan disusun.
Aktivitas ini membuat anak belajar menyelesaikan satu pekerjaan hingga selesai tanpa terburu-buru. Meskipun awalnya mungkin kesulitan, lama-kelamaan mereka akan belajar untuk lebih sabar dan teliti.
Kemampuan berkonsentrasi seperti ini akan sangat membantu ketika anak memasuki usia sekolah.
3. Mengenalkan Warna, Bentuk, dan Pola
Meronce juga bisa menjadi media belajar yang menyenangkan. Orang tua dapat mengajak anak menyusun manik-manik berdasarkan warna, bentuk, atau ukuran tertentu.
Misalnya, membuat pola merah-kuning-merah-kuning atau menyusun dari ukuran besar ke kecil. Aktivitas sederhana ini membantu anak mengenal konsep pola, berhitung sederhana, klasifikasi benda, serta meningkatkan kemampuan berpikir logis.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
4. Mengembangkan Kreativitas
Tidak ada aturan baku dalam meronce. Anak bebas memilih warna, bentuk, maupun susunan yang mereka sukai.
Kebebasan inilah yang mendorong kreativitas berkembang. Anak belajar menuangkan ide melalui hasil roncean yang dibuatnya sendiri.
Orang tua sebaiknya tidak terlalu banyak mengoreksi hasil karya anak. Berikan apresiasi atas usaha mereka agar rasa percaya diri ikut tumbuh.
5. Membangun Kepercayaan Diri
Ketika berhasil menyelesaikan satu rangkaian roncean, anak biasanya merasa bangga dengan hasil karyanya.
Perasaan berhasil tersebut menjadi pengalaman positif yang meningkatkan rasa percaya diri. Anak akan terdorong mencoba tantangan baru karena yakin dirinya mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
Hal sederhana seperti ini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional anak.
Orang Tua Tetap Perlu Mendampingi
Meski memiliki banyak manfaat, kegiatan meronce tetap perlu dilakukan dengan pengawasan orang tua, terutama pada balita. Pilih bahan yang berukuran cukup besar agar tidak mudah tertelan dan gunakan tali yang aman serta sesuai usia anak.
Tidak harus menggunakan manik-manik mahal. Orang tua bisa memanfaatkan sedotan yang dipotong kecil, makaroni berukuran besar, atau potongan spons sebagai media meronce. Yang terpenting, kegiatan dilakukan dalam suasana menyenangkan tanpa memberikan tekanan kepada anak. [DW]





