KEINGINAN untuk mengunjungi Baitullah hampir dimiliki oleh setiap Muslim. Banyak orang menabung bertahun-tahun, mempersiapkan fisik, hingga menyusun berbagai rencana agar suatu hari bisa menunaikan ibadah haji atau umrah. Namun di balik semua ikhtiar itu, ada satu hal yang perlu disadari, yaitu bahwa panggilan menuju rumah Allah bukan semata-mata karena kemampuan manusia, melainkan karena izin dan kehendak-Nya.
Sebagaimana isi pesan yang disampaikan dalam postingan tersebut, Baitullah adalah rumah Allah. Karena itu, hanya Allah yang berhak menentukan siapa yang akan menjadi tamu-Nya. Kalimat ini mengingatkan kita agar tidak merasa bahwa harta, jabatan, atau kemampuan finansial semata menjadi penentu seseorang bisa berangkat ke Tanah Suci.
Sering kali kita mendengar kisah orang yang secara materi tampak belum mampu, tetapi tiba-tiba mendapat jalan untuk berangkat haji atau umrah. Ada yang memperoleh rezeki tak terduga, ada yang dihadiahi perjalanan ibadah oleh keluarganya, bahkan ada yang mendapat kesempatan melalui program sosial. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang memiliki harta berlimpah, namun belum juga memperoleh kesempatan menjejakkan kaki di Baitullah.
Semua itu menunjukkan bahwa panggilan Allah memiliki rahasia yang tidak selalu dapat dijelaskan dengan logika manusia. Lalu bagaimana agar termasuk orang yang diundang menjadi tamu Allah?
Baca Juga: Simak Lima Bahan Alami untuk Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan
Allah Mengundang yang Mampu, tetapi Memampukan Siapa yang Diundang-Nya
Pertama, perbanyaklah berdoa. Jangan pernah lelah meminta kepada Allah agar diberi kesempatan mengunjungi rumah-Nya. Doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan adalah bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu membuka jalan. Mungkin hari ini kita merasa belum memiliki biaya, tetapi Allah mampu menghadirkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Kedua, pantaskan diri sebaik mungkin. Keinginan berangkat ke Baitullah hendaknya diiringi dengan usaha memperbaiki kualitas diri. Mulailah memperbaiki shalat, menjaga lisan, memperbanyak sedekah, menjauhi maksiat, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Jangan sampai kita hanya sibuk menghitung biaya perjalanan, tetapi lupa menyiapkan hati untuk menjadi tamu Allah. Sebab perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan iman.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban disebutkan:
“Barangsiapa bertamu ke rumah Allah, maka Allah akan memuliakan dirinya.”
Kemuliaan itu bukan hanya dirasakan saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga dalam proses sebelum keberangkatan. Banyak orang mengaku merasakan perubahan hati ketika mulai bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menuju Baitullah. Mereka menjadi lebih rajin beribadah, lebih berhati-hati dalam mencari rezeki, serta lebih mudah tersentuh untuk melakukan kebaikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Oleh karena itu, jangan pernah berkecil hati jika hingga hari ini belum mendapatkan kesempatan berhaji atau umrah. Bisa jadi Allah sedang mempersiapkan waktu terbaik untuk kita. Yang perlu dilakukan adalah terus memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan menjaga harapan kepada-Nya.
Ingatlah, Allah tidak hanya mengundang orang yang mampu, tetapi juga memampukan siapa saja yang telah dipilih menjadi tamu-Nya. Ketika panggilan itu datang, segala kesulitan yang sebelumnya terasa mustahil akan dipermudah oleh Allah. Tugas kita hanyalah terus mengetuk pintu langit dengan doa dan berusaha menjadi hamba yang layak menerima undangan istimewa tersebut. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





