ADA beberapa hal untuk dijalankan bersama anak-anak kita untuk membantu mereka – dan kita – menemukan makna, tujuan, kesenangan dan kepuasan dalam jalan Islam yang indah.
Meskipun anak masih dalam usia dini, sebagai orang tua perlu menanamkan nilai keislaman di dalam diri mereka. Contohnya adalah dengan melatih anak-anak agar segala sesuatu yang mereka lakukan memiliki makna.
Kita dapat menjelaskan kepada anak-anak karunia yang Allah berikan pada ibu mereka, misalnya, kecantikan. Sampaikanlah makna di balik karunia kecantikan tersebut adalah bahwa hal itu bukanlah komoditas gratisan yang dapat diakses atau ditampilkan kepada setiap orang asing, di jalan atau di tempat-tempat umum.
Baca Juga: Bagaimana Menjaga Amanah atas Waktu yang Diberikan?
Berbagai Kiat Mengajarkan Islam pada Anak Sejak Dini
Ajari mereka sifat haya’ (malu, rendah hati, dan rasa hormat). Ajari mereka bahwa pria mulia sejati adalah yang menjaga mata dan hati mereka dan menyalurkan hanya pada istri mereka. Pria yang kuat adalah mereka yang mampu mengendalikan diri mereka, tidak secara membabi buta mengikuti keinginan syahwat mereka.
Dan pada akhirnya Allahlah yang dapat memenuhi pemenuhan kebutuhan secara suci dan bersih dan menyenangkan pada pasangan yang berusaha berkomitmen pada yang halal dan sah, yang akan membuat pasangan tersebut mendapatkan kepuasan hakiki dan sempurna. Bukan kepuasan yang diperoleh melalui tatapan jalang dan liar atau melalui hubungan sesaat.
Akan merupakan hal yang sulit dilakukan anak-anak jika mereka tiba-tiba dipaksa harus mematuhi perintah menjaga pandangan tersebut pada usia kritis (pubertas) tanpa mereka diberikan pemahaman tentang makna dan nilai mulia di balik perintah kebaikan tersebut.
Kiat: Ingatkan anak-anak kita terus-menerus tentang makna setiap apa yang harus mereka lakukan. Jangan hanya meminta mereka untuk melakukan amal fisik tapi kehilangan ruh atau hikmah dari amal itu.
Berbagilah dengan mereka tentang kisah-kisah bagaimana kita berkomunikasi dengan Allah dalam doa kita mengenai masalah yang mengganggu kita, dan bagaimana Allah menjawab dan memberi kita ketenangan dan solusi dengan cara-Nya yang sangat indah dan bijaksana.
Buatlah mereka memahami bahwa makna atau hikmah berdoa adalah jalan bagi mereka untuk mendapatkan solusi untuk masalah mereka, bukan beban yang akan menyibukkan dan menyita waktu mereka.
Ingatkan mereka tentang apa yang Allah persiapkan di akhirat bagi mereka setelah perjalanan singkat dan sementara dalam kehidupan mereka di dunia ini.
Hubungkanlah yang mereka alami di dunia ini dengan balasan pahala di akhirat sehingga mereka tidak panik terhadap apapun yang hadir pada mereka di dunia ini.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kehidupan setelah kematian adalah memperpanjang kebaikan yang mereka miliki di dunia dengan kondisi yang jauh lebih baik.
Bertemu Allah, yang merupakan Dzat Sumber Segala Keindahan, Sumber Semua Kecintaan, Kasih sayang, Kekuatan, Cahaya, Pengetahuan, Kebijaksanaan, adalah tujuan utama dan kerinduan yang mendalam dari jiwa kita.
Sumber: Ustadzah Dra. Indra Asih





