KERAGAMAN itu Rahmat Allah. Meski sumbernya sama, hasilnya bisa beragam.
Perhatikan bagaimana kekuasaan Allah subhanahu wata’ala pada sebuah lahan kebun. Dari tanah yang sama, tumbuh beragam pohon.
Ada pohon mangga, pohon duren, manggis, jambu, sirsak, petai, jengkol, dan lainnya. Ketika pohon-pohon ini berbuah, masing-masing bentuk dan rasa buahnya berbeda.
Ada dari buah-buah itu yang rasanya manis. Ada yang asam. Ada yang pahit. Dan berbagai aneka rasa lainnya.
Kalau buah-buah itu dijual, harganya pun akan berbeda-beda. Ada yang mahal, ada juga yang murah.
Padahal, semuanya tumbuh di tanah yang sama, disiram dengan air yang sama, dan hidup dalam udara yang sama.
**
Suami istri akan melahirkan anak-anak yang beragam. Seorang guru akan menumbuhkan beragam bakat dan kecerdasan berbeda dari murid-muridnya.
Hasil yang beragam bakat, kemampuan, kecenderungan, dan kecerdasan lainnya itu jangan dianggap kelemahan apalagi kegagalan. Justru, keragaman itulah yang menunjukkan kebaikan.
Karena itu, jangan paksa semua tumbuh dengan hasil seragam. Selain malawan sunnatullah, memaksakan hasil yang seragam justru melecehkan bakat, ilmu, dan keterampilan. [Mh]



