MENJALANKAN ibadah umroh maupun haji untuk pertama kalinya menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi banyak umat Islam. Namun di balik kebahagiaan menjadi tamu Allah di Tanah Suci, terdapat sejumlah tantangan yang kerap dihadapi oleh jemaah, khususnya mereka yang belum pernah melakukan perjalanan jauh atau ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Dary Fahrinadi, S.Ag, dari Shafwah Holidays, melalui pesan singkat pada Jumat (5/6/2026). Menurutnya, persiapan menjalankan ibadah umroh dan haji tidak hanya berkaitan dengan perlengkapan perjalanan, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
“Yang paling sering dirasakan jemaah pemula adalah kelelahan fisik. Aktivitas ibadah di Tanah Suci melibatkan banyak berjalan kaki, sementara cuaca cenderung panas dan jadwal kegiatan cukup padat,” ujar Ustadz Dary.
Selain faktor fisik, jemaah juga kerap mengalami culture shock atau kejutan budaya. Mereka akan bertemu jutaan umat Islam dari berbagai negara dengan bahasa, budaya, dan kebiasaan yang berbeda-beda.
“Kondisi ini tentu menjadi pengalaman baru bagi sebagian jemaah. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan internasional yang sangat beragam,” jelasnya.
Tantangan lain yang cukup sering muncul adalah rasa rindu terhadap keluarga dan suasana rumah, terutama bagi jemaah yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri dalam waktu yang cukup lama.
Baca juga: Menanti Panggilan ke Tanah Suci, Ustadz Dary Fahrinadi, Haji dan Umroh Adalah Undangan Allah
Persiapan Ibadah Haji dan Umroh untuk Pertama Kalinya
Tidak hanya itu, kemampuan mengelola emosi juga menjadi aspek penting selama menjalankan ibadah. Menurut Ustadz Dary, dalam perjalanan ibadah sering kali terjadi situasi yang tidak sesuai dengan harapan, seperti antrean panjang, perubahan jadwal, atau kondisi hotel dan transportasi yang berbeda dari ekspektasi awal.
“Jemaah perlu belajar bersabar dan menjaga suasana hati. Haji dan umroh bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajarkan keikhlasan dan kesabaran,” katanya.
Di sisi lain, banyak jemaah yang mengalami pengalaman emosional dan spiritual yang sangat mendalam saat pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci. Salah satu momen yang paling sering dirasakan adalah ketika pertama kali melihat Ka’bah.
“Banyak orang menangis saat pertama kali melihat Ka’bah. Ada rasa haru, syukur, dan kebesaran Allah yang sulit dijelaskan dengan kata-kata,” ungkapnya.
Karena itu, Ustadz Dary menegaskan bahwa persiapan menuju Tanah Suci tidak cukup hanya dengan menyiapkan koper dan dokumen perjalanan. Jemaah juga perlu menjaga kesehatan, memperkuat mental, serta mempersiapkan hati agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman.
“Yang dipersiapkan bukan hanya koper, tetapi juga mental, fisik, dan hati,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang sedang merencanakan perjalanan ibadah umroh, haji, maupun wisata halal lainnya, Shafwah Holidays dapat menjadi pilihan terpercaya. Sebagai penyelenggara perjalanan yang telah meraih Akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Shafwah Holidays menghadirkan berbagai pilihan paket terbaik dengan jadwal keberangkatan yang pasti, pelayanan profesional, proses pendaftaran yang mudah, serta dukungan pembayaran yang fleksibel.
Komitmen tersebut dihadirkan untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi jemaah dalam mempersiapkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Untuk informasi lebih lanjut, calon jemaah dapat menghubungi Admin Muti di nomor 0812-9835-5467 untuk mendapatkan konsultasi dan informasi paket perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan. [Din]





