DI tengah berbagai kesulitan hidup, manusia sering kali merasa bahwa harapannya terlalu besar untuk terwujud. Ada yang merasa mustahil sembuh dari penyakit, sulit mendapatkan pekerjaan, belum dikaruniai keturunan, atau menghadapi masalah yang seolah tidak memiliki jalan keluar.
Namun, sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk meyakini bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah Subhanahu Wata’ala.
Pesan inilah yang disampaikan dalam unggahan Ustaz Muhammad Assad yang mengutip firman Allah dalam Surah Yasin ayat 82:
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’, maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82)
Ayat ini dikenal dengan konsep kun fayakun, yang berarti “jadilah, maka terjadilah”. Ungkapan tersebut menggambarkan kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Apa pun yang dikehendaki-Nya akan terjadi tanpa ada satu pun makhluk yang mampu menghalangi.
Baca Juga: Perubahan Itu Dimulai dari Dirimu Sendiri
Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah, Semua Bisa Terjadi!
Keyakinan yang Menguatkan Hati
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering mengukur segala sesuatu berdasarkan logika dan kemampuan dirinya. Ketika peluang terlihat kecil, banyak orang mulai kehilangan harapan. Padahal, kekuasaan Allah tidak terikat oleh perhitungan manusia.
Kisah para nabi dalam Al-Qur’an menjadi bukti nyata. Nabi Ibrahim AS selamat dari kobaran api, Nabi Musa AS dapat menyeberangi laut, dan Nabi Zakaria AS dikaruniai anak pada usia yang sangat lanjut. Semua itu terjadi karena kehendak Allah SWT.
Ayat ini mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh mudah berputus asa. Selama masih ada doa dan usaha, selalu ada kemungkinan pertolongan Allah datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tawakal Bukan Berarti Pasif
Meyakini kekuasaan Allah bukan berarti hanya menunggu keajaiban tanpa melakukan apa-apa. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Manusia tetap diwajibkan berusaha semaksimal mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Ketika seseorang menghadapi ujian hidup, ia perlu terus bekerja, belajar, berobat, atau mencari solusi terbaik. Setelah itu, ia mempercayakan hasil akhirnya kepada Allah yang Maha Mengatur segala urusan.
Menumbuhkan Optimisme
Pesan dari Surah Yasin ayat 82 juga mengajarkan pentingnya optimisme. Seorang mukmin tidak boleh membatasi rahmat Allah dengan pikiran sempit. Apa yang tampak mustahil hari ini bisa menjadi kenyataan jika Allah menghendakinya.
Karena itu, ketika menghadapi masalah, jangan terburu-buru berkata, “Ini tidak mungkin.” Sebaliknya, iringi setiap usaha dengan doa dan keyakinan bahwa Allah mampu mengubah keadaan dalam sekejap.
Pada akhirnya, ayat ini mengingatkan bahwa keterbatasan manusia tidak sama dengan keterbatasan Allah. Jika Allah telah berkehendak, cukup dengan perintah-Nya, “Jadilah,” maka segala sesuatu dapat terjadi. Keyakinan inilah yang seharusnya menjadi sumber kekuatan, harapan, dan ketenangan bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan. [DW}
Sumber: Instagram Muhammad Assad (@muh_assad)





