ADY bin Hatim Ath-Tha’i adalah salah satu di antara sahabat Rasulullah yang memiliki kisah masuk Islam paling menarik.
Ia merupakan putra dari Hatim Ath-Tha’i, seorang tokoh Arab yang terkenal karena kedermawanannya. Sebelum memeluk Islam, Ady adalah pemimpin suku Thayyi’ dan memiliki kedudukan yang sangat dihormati oleh kaumnya. Ia juga beragama Nasrani dan memegang kekuasaan yang besar di wilayahnya.
Namun, di balik kemuliaan nasab dan kedudukannya, Ady termasuk orang yang cukup lama menentang dakwah Rasulullah.
Ady memandang dakwah Islam sebagai ancaman bagi kepemimpinannya. Ketika Islam mulai menyebar ke berbagai penjuru Jazirah Arab, ia khawatir pengaruh Rasulullah SAW akan menggeser kedudukannya sebagai pemimpin suku.
Karena itulah ia menolak Islam dan bahkan membenci Rasulullah SAW meskipun belum pernah bertemu langsung dengan beliau. Permusuhannya terhadap Islam berlangsung selama bertahun-tahun.
Ketika kekuatan Islam semakin besar, Ady memilih meninggalkan kaumnya dan pergi ke Syam. Namun di tengah pelariannya, ia mendengar banyak kabar tentang akhlak Rasulullah yang mulia.
Rasa penasaran akhirnya mendorongnya untuk datang ke Madinah dan bertemu langsung dengan Nabi Muhammad. Pertemuan itulah yang mengubah hidupnya.
Saat tiba di Madinah, Ady menyaksikan kesederhanaan Rasulullah SAW. Ia melihat seorang pemimpin yang tidak hidup dalam kemewahan sebagaimana para raja yang pernah dikenalnya.
Baca Juga: Majza’ah bin Tsaur Al Sadusy, Sahabat Pemberani Penakluk Benteng Persia
Ady bin Hatim Ath-Tha’i, Raja Arab yang Akhirnya Tunduk pada Kebenaran Islam
Bahkan ketika sampai di rumah Nabi, Rasulullah SAW mempersilahkannya duduk di atas alas yang tersedia, sementara beliau sendiri duduk di tanah. Sikap tawadhu dan kemuliaan akhlak itu membuat Ady mulai berpikir bahwa Muhammad bukanlah seorang raja yang mengejar kekuasaan.
Dalam percakapan mereka, Rasulullah SAW menyampaikan beberapa kabar yang kelak terbukti kebenarannya. Nabi memberitahukan bahwa Islam akan membawa keamanan dan kemakmuran hingga seorang wanita dapat bepergian jauh tanpa rasa takut.
Rasulullah juga mengabarkan bahwa harta akan melimpah sehingga sulit menemukan orang yang berhak menerima sedekah.
Mendengar penjelasan tersebut, hati Ady semakin yakin bahwa Muhammad benar-benar seorang nabi yang mendapat petunjuk dari Allah. Ia pun mengucapkan syahadat dan memeluk Islam dengan penuh keyakinan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Setelah masuk Islam, Ady berubah menjadi sahabat yang setia. Ia turut berjuang membela agama Allah dan menjadi salah satu tokoh penting di kalangan kaum Muslimin. Bahkan pada masa berikutnya, ia menyaksikan sendiri sebagian kabar yang pernah disampaikan Rasulullah SAW menjadi kenyataan. Hal itu semakin menguatkan keimanannya.
Kisah Ady bin Hatim mengajarkan bahwa hidayah dapat datang kepada siapa saja. Seorang yang awalnya membenci Islam pun bisa menjadi pembela agama yang tulus ketika hatinya terbuka terhadap kebenaran. Dari dirinya, kita belajar bahwa kejujuran dalam mencari kebenaran akan mengantarkan seseorang kepada petunjuk Allah SWT. [DW]
Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.





