MAJZA’AH bin Tsaur Al Sadusy digambarkan sebagai sosok pemimpin yang tangguh, pemberani, serta memiliki kemampuan strategi yang sangat baik saat menghadapi musuh.
Di antara para sahabat Rasulullah SAW yang dikenal karena keberanian dan kecerdasannya dalam medan perang.
Namanya mungkin tidak sepopuler Khalid bin Walid atau Sa’ad bin Abi Waqqash, tetapi kisah perjuangannya menjadi salah satu teladan luar biasa dalam sejarah Islam
Salah satu kisah paling terkenal dari Majza’ah terjadi ketika pasukan Muslim mengepung kota Tustar, sebuah benteng penting milik Persia. Saat itu, pasukan Islam dipimpin oleh Abu Musa Al Asy’ari. Pengepungan berlangsung cukup lama karena kuatnya pertahanan pasukan Persia yang dipimpin oleh Hurmuzan.
Di tengah situasi tersebut, seorang penduduk Persia menawarkan informasi rahasia kepada pasukan Muslim. Ia mengetahui adanya jalur bawah tanah berupa saluran air yang dapat digunakan untuk memasuki kota.
Baca Juga: Abdullah bin Mas’ud, dari Penggembala jadi Pemegang Rahasia Rasulullah
Majza’ah bin Tsaur Al Sadusy, Sahabat Pemberani Penakluk Benteng Persia
Mendengar hal itu, Abu Musa mencari seseorang yang berani, cerdas, dan mampu berenang untuk menyelidiki jalur tersebut. Majza’ah pun langsung menawarkan dirinya untuk menjalankan misi berbahaya itu
Pada malam hari, Majza’ah memasuki saluran bawah tanah yang gelap dan penuh risiko. Dalam perjalanan, terkadang ia harus berjalan, namun di beberapa bagian ia harus berenang karena jalur tersebut dipenuhi air. Dengan keberanian luar biasa, ia terus menyusuri lorong hingga berhasil mencapai bagian dalam kota Tustar.
Dari sana, ia dapat mengetahui posisi pertahanan musuh dan lokasi persembunyian Hurmuzan. Meski sempat memiliki kesempatan menyerang, Majza’ah memilih menaati perintah komandannya untuk tidak bertindak gegabah.
Ia kembali membawa informasi penting yang kemudian membantu pasukan Muslim menaklukkan benteng tersebut.
Kisah Majza’ah menunjukkan bahwa kemenangan tidak hanya diraih melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui kecerdasan, kedisiplinan, dan ketaatan terhadap pemimpin. Ia tidak membiarkan keberaniannya berubah menjadi tindakan yang tergesa-gesa.
Sebaliknya, ia tetap memegang amanah yang diberikan kepadanya meskipun berada dalam situasi yang sangat menentukan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Keteladanan Majza’ah bin Tsaur Al Sadusy mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya memiliki keberanian yang disertai kebijaksanaan.
Semangat juangnya dalam membela Islam, kesetiaannya terhadap amanah, serta kecerdasannya dalam menghadapi tantangan menjadi pelajaran berharga yang tetap relevan hingga sekarang. [DW]
Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.





