ISLAM itu solusi. Problem utama umat manusia umumnya adalah kebutuhan makan.
Suatu kali ketika peristiwa hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang sahabat Nabi yang begitu menanti kedatangan Nabi. Ia ingin sekali mendengar apa ucapan pertama Nabi saat tiba di Madinah.
Sahabat itu bernama Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu. Ia bukan orang sembarangan. Beliau seorang pendeta Yahudi yang memahami tentang Nabi terakhir dari Bangsa Arab.
Tiba ketika momen yang dinanti-nanti itu tiba. Abdullah bin Salam menyimak semua gerak-gerik Rasulullah.
Rasulullah pun bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali silaturahim, dan tegakkanlah shalat di saat manusia tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan salam.”
Bersedekah dengan makanan adalah perintah yang Nabi utamakan sebelum yang lain.
**
Mungkin tak banyak yang menyimak makna dari kata hari tasyriq, atau hari di tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijjah. Pada hari-hari itu, umat Islam dilarang berpuasa. Kenapa?
Makna tasyriq berasal dari kata syarraqa yang artinya matahari terbit. Hal ini karena pada hari-hari itu, umat Islam zaman dahulu sibuk menjemur daging-daging yang diperoleh dari qurban. Dijemur untuk diawetkan.
Jadi, makna penamaan tasyriq bukan tentang ibadah. Melainkan, tentang makan dan mengolah makanan.
**
Kata dakwah lazim dihubungkan dengan kegiatan mengajak orang untuk kembali kepada Allah. Padahal, makna itu di zaman Arab dahulu adalah da’wat tha’am. Artinya, undangan untuk makan-makan.
Tidak heran jika para ulama tradisional di negeri ini mengisi kegiatan pengajian, majelis taklim, zikir, dengan makan-makan. Karena memang itu inti dari dakwah.
***
Islam itu solusi. Dan, problem utama umumnya umat manusia di mana pun adalah persoalan perut atau makan. Kalau problem ini terselesaikan, maka selesai sudah problem yang lain.
Nabi Ibrahim memberikan teladan untuk bermurah hati mengundang manusia untuk makan-makan. Hal itu pula yang diteruskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan sebelum diangkat sebagai Nabi, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dikenal karena sering mengundang untuk makan-makan.
Makan-makan jangan dihubungkan dengan tabzir atau kegiatan foya-foya. Justru, dari situlah manusia umumnya akan memahami bahwa Islam sebagai solusi. Sebelum solusi yang lebih sistemik.
Jangan heran jika bagi-bagi sembako menjadi senjata utama untuk membujuk orang dalam pemilu. Karena itu memang solusi kongkrit yang mereka butuhkan. [Mh]





