TIDAK ada yang menyangka bahwa Ikrimah bin Abu Jahal, putra dari Abu Jahal yang dikenal sebagai salah satu musuh terbesar Rasulullah SAW, kelak akan menjadi bagian dari generasi terbaik umat Islam.
Abu Jahal adalah tokoh Makkah yang paling bengis. Ia merupakan pemimpin tindakan kemusyrikan nomor 1 sekaligus sosok penyiksa yang dengan ulahnya, Allah uji keimanan kaum mukminin dan ternyata mereka tegar menghadapinya.
Pada masa awal dakwah Islam di Makkah, Ikrimah mengikuti jejak ayahnya dalam menentang ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Sejarah dan Keistimewaan Hajar Aswad
Kisah Ikrimah bin Abu Jahal, Dari Penentang Dakwah Menjadi Sahabat Nabi
Saat usia Ikrimah sudah memasuki kepala 3, sudah sepantasnya dia masuk Islam seperti yang dilakukan para sahabatnya yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash dan Mushab bin Umair.
Ikrimah bin Abu Jahal merasa harus menuruti kepemimpinan ayahnya untuk memusuhi Rasulullah, sehingga ia pun sangat membenci Rasulullah.
Ia juga menyiksa para sahabat beliau dengan kejam, ia melakukan penyiksaan kepada kaum muslimin agar ayahnya merasa senang.
Begitu ayahnya menjadi pemimpin perang Badar. ia bersumpah dengan Latta dan Uzza bahwa ia tidak akan kembali ke Makkah sebelum Rasulullah kalah.
Saat Abu Jahal memimpin perang Badar, Ikrimah menjadi pegangannya tempat ia bersandar dan menjadi tangannya di mana ia mengenggam.
Akan tetapi, Latta dan Uzza yang menjadi sesembahan mereka tidak menjawab seruan Abu Jahal karena keduanya tidak bisa mendengar. Akhirnya, Abu Jahal meninggal di Badar dan Ikrimah menyaksikan saat tombak-tombak kaum muslimin mengenai tubuh ayahnya.
Sejak hari di mana ayahnya terbunuh dalam perang Badar, Ikrimah punya pandangan lain terhadap Islam. Ia begitu benci pada Islam atas pembunuhan ayahnya; dan hari ini ia akan membalaskan dendamnya.
Oleh karenanya, Ikrimah dan beberapa orang lainnya yang ayahnya terbunuh di perang Badar menyalakan api permusuhan di dada kaum muslimin. Usaha mereka akhirnya menyulut terjadinya perang Uhud.
Proses masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahal merupakan salah satu kisah yang menunjukkan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
Setelah penaklukan Makkah (Fathu Makkah) pada tahun 8 Hijriah, Rasulullah SAW memberikan jaminan keamanan kepada penduduk Makkah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Namun, ada beberapa orang yang sebelumnya sangat keras memusuhi Islam sehingga dikecualikan dari amnesti umum tersebut. Salah satunya adalah Ikrimah bin Abu Jahal. Mengetahui hal itu, Ikrimah merasa takut dan memutuskan melarikan diri menuju Yaman melalui jalur laut.





