MENEMUKAN jadwal yang tepat untuk keramas yang disesuaikan dengan kondisi rambut. Kebiasaan keramas setiap hari yang selama ini dianggap sebagai standar kebersihan ternyata bisa menjadi bumerang yang memicu kerusakan kulit kepala hingga kerontokan rambut permanen.
Frekuensi mencuci rambut yang salah, baik terlalu sering maupun terlalu jarang, adalah penyebab utama di balik masalah rambut lepek, ketombe kronis, hingga penipisan rambut yang tak kunjung usai.
Para ahli dermatologi menegaskan bahwa tidak ada aturan satu ukuran untuk semua dalam urusan keramas.
Kuncinya terletak pada keseimbangan antara jenis rambut, tingkat aktivitas, dan penggunaan produk penata rambut harian.
Baca juga: Air Kolam Renang Bisa Jadi Musuh Bebuyutan bagi Rambut
Ketahui Jadwal Keramas Ideal Sesuai Kondisi Rambut
Menemukan jadwal yang pas adalah langkah awal mendapatkan rambut yang sehat dan kuat. Berdasarkan rekomendasi para ahli, berikut adalah panduan frekuensi keramas yang bisa kamu terapkan:
Orang dengan aktivitas normal
Cukup keramas 2 sampai 3 kali seminggu untuk menjaga struktur keratin rambut tetap sehat tanpa melucuti minyak pelindungnya.
Orang yang aktif olahraga atau kerja lapangan
Jika kamu sering berkeringat dan terpapar polusi, kamu mungkin butuh keramas setiap hari. Pastikan selalu menggunakan kondisioner untuk mengembalikan kelembapan batang rambut.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tipe rambut tebal dan berminyak
Disarankan pada kelompok ini untuk mencuci rambut setidaknya 3 hingga 4 kali seminggu agar pori-pori kulit kepala tidak tersumbat minyak.
Rambut kering, kasar, atau panjang
Cukup keramas seminggu sekali atau bahkan kurang. Mencuci lebih sering hanya akan membuat rambut makin kusam dan mudah rontok.
Masalah ketombe atau dermatitis
Gunakan sampo khusus sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu. Biarkan sampo meresap di kulit kepala selama beberapa menit sebelum dibilas agar bahan aktifnya bekerja maksimal. [Din]



