PRESIDEN Prabowo Subianto meminta apabila biaya penyelenggaraan ibadah haji 2026 harus mengalami naik akibat lonjakan harga avtur global, maka jangan dibebankan kepada jemaah calon haji Indonesia.
“Presiden berharap apapun yang terjadi jika ada kenaikan biaya, beliau meminta tidak dibebankan kepada jemaah haji kita,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, dikutip dari berbagai sumber.
Menhaj Irfan mengatakan arahan Presiden Prabowo tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama jajaran pemerintah beberapa hari yang lalu.
Ia menjelaskan ketika perang belum pecah, rata-rata biaya penerbangan per anggota jemaah berada di kisaran Rp33,5 juta. Namun, saat konflik meletus dan membuat harga minyak melambung tinggi, pihak maskapai penerbangan mengusulkan tambahan biaya.
Baca juga: Presiden Umumkan Biaya Calon Jemaah Haji Indonesia 2026 Mengalami Penurunan
Apabila Biaya Haji Naik, Presiden Minta Jangan Bebankan Jemaah
Dalam skenario tanpa perubahan rute penerbangan, biaya rata-rata per orang diperkirakan meningkat menjadi Rp46,9 juta atau naik 39,85 persen. Sementara itu jika dilakukan rerouting untuk menghindari wilayah udara konflik, biaya dapat meningkat hingga Rp50,8 juta atau naik sekitar 51,48 persen.
Maskapai Garuda Indonesia, mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per orang, sedangkan Saudi Airlines mengajukan kenaikan sebesar 480 dolar AS per orang.
Meski menghadapi tekanan tersebut, Menhaj Irfan menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi pegangan utama pemerintah dalam merumuskan langkah kebijakan.
“Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan kepada kami dengan tim untuk bisa menindaklanjuti dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang diperlukan,” ujar Menhaj Irfan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan Indonesia mendapatkan kuota resmi sebanyak 221.000 orang kuota haji pada 2026, yang terdiri atas 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus.
Selain itu Kemenhaj telah menjadwalkan jemaah calon haji kelompok terbang pertama akan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April mendatang.
“Jadi Insya Allah, Presiden sudah menawarkan solusi, sudah menyediakan solusi memastikan beban jamaah haji tidak ditambah. Meskipun ada kenaikan avtur,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. [Din]





