BEBERAPA rutinitas harian yang menyebabkan rambut bercabang dan memperparah kondisi rambut yang sudah bercabang.
Selain rambut rontok, ujung rambut yang kering dan bercabang sering menjadi masalah. Kondisi ini tidak bisa diabaikan karena kerusakan akan terus menjalar jika dibiarkan.
Selain itu rambut yang kering dan patah juga membuat tampilan tampak kusam. Banyak orang merasa sudah sering ke salon untuk melakukan perawatan.
Padahal, tanpa disadari, rutinitas harianlah yang menjadi biang keroknya. Memperbaiki cara memperlakukan rambut, mulai dari keramas hingga pengeringan, adalah kunci utama mencegah kerusakan lebih parah.
Baca juga: Perawatan Karboksi Terapi bisa Membuat Kulit Tampak Glowing, Halus dan Kencang
Ketahui Rutinitas Harian yang Buat Rambut Bercabang
Menumpuk busa dan lupa pakai kodisioner saat keramas
Saat mandi, banyak orang menumpuk busa sampo dari kulit kepala hingga ke ujung helaian. Padahal, ujung rambut berkarakter lebih tipis dan sangat rentan kehilangan kelembapan alaminya.
Karena ujung rambut lebih tipis daripada akarnya, ujung rambut tidak membutuhkan banyak sampo. Pemakaian berlebih justru mempercepat kekeringan.
Cukup fokuskan pijatan sampo pada kulit kepala. Ketika sampo mengalir ke bawah sepanjang rambut, sampo sudah cukup membersihkan ujung rambut.
Setelah rambut dibilas, gunakan kondisioner. Bagian ujung rambut justru paling membutuhkan nutrisi dan hidrasi ekstra. Banyak klien mengatakan, mereka tidak menggunakan kondisioner karena takut akan membuat rambut mereka berat.
Meskipun kamu memiliki rambut yang sangat tipis, setidaknya tiga inci bagian bawahnya harus dilapisi kondisioner. Ini tidak akan membuat rambut menjadi berat.
Mengurai dan mengeringkan rambut secara asal
Rambut basah berada pada kondisi paling rapuh. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah memaksa menyisir dari akar hingga ke ujung bawah.
Tindakan kasar ini memicu simpul kusut yang berujung kerontokan, apalagi jika kamu sembarangan memilih jenis sisir setelah mandi.
Mulailah mengurai kusut dari ujung bawah perlahan ke atas menggunakan sisir bergigi jarang. Di samping itu, kebiasaan menggosok rambut basah dengan handuk mandi biasa turut memicu kerusakan kutikula.
Handuk memiliki lingkaran kecil dari kapas. Handuk sangat menyerap karena rambut terjepit di antara serat-seratnya dan kapas menyerap semua kelembapan. Alasan rambut menjadi kusut dan menggumpal adalah karena semua lingkaran kecil itu ‘merobek’ kutikula rambut.
Sebagai alternatif aman, peras sisa air perlahan menggunakan tangan, lalu bungkus kepala dengan handuk berbahan mikrofiber berlapis poliester atau kaus katun berserat halus.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Terpapar suhu panas ekstrem
Ketergantungan pada alat styling bersuhu tinggi bisa merampas kelembapan rambut. Paparan panas yang berlebihan mengeringkan rambut, membuatnya rapuh dan mudah patah.
Solusinya, berinvestasilah pada alat penata rambut modern dengan beragam pilihan suhu dan gunakan produk pelindung rambut.
Ini menempatkan lapisan panthenol atau silikon di antara rambut dan panas, sehingga benar-benar melindungi rambut.
Jarang potong rambut
Saat melihat ujung yang bercabang, jangan iseng menarik atau membelahnya lebih jauh dengan jari. Kebiasaan ini memperparah kerusakan secara drastis.
Menunda jadwal potong rambut ke salon justru merugikan. Ujung yang terbelah akan terus menjalar ke atas dan mematahkan kutikula. Rutinlah memotong sekitar seperempat inci setiap tiga bulan untuk menjaga helaian rambut tumbuh sehat. [Din]





