SOLEH itu biasanya di usia yang mulai tua. Tapi, bagaimana jika yang soleh ini masih belasan tahun.
Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma merupakan anak remaja di masa Nabi yang begitu soleh. Ia mampu mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari lima hari.
Abdullah pernah bertanya kepada Nabi tentang berapa lama mengkhatamkan Al-Qur’an. Nabi menjawab satu bulan.
Abdullah mengatakan, “Aku bisa lebih baik lagi dari itu,”
Rasulullah mengatakan, “Dua puluh hari.”
Abdullah menyahut, “Aku bisa lebih baik lagi dari itu.”
Rasulullah mengatakan lagi, “Lima belas hari.”
Abdullah bilang lagi, “Aku bisa lebih baik dari itu.”
Rasulullah mengatakan, “Sepuluh hari.”
Abdullah bilang, “Aku bisa lebih baik dari itu.”
Rasulullah mengatakan untuk terakhir kalinya, “Khatamkan lima hari.”
Sebenarnya, Abdullah ingin mengatakan bisa lebih baik lagi dari itu. Tapi, ia melihat kalau Rasulullah tak ingin mengurangi lagi.
Abdullah masuk Islam di usia 17 tahun. Ia masuk Islam satu tahun sebelum ayahnya masuk Islam. Bisa dibilang, dialah yang menggiring ayahnya masuk Islam.
Setelah ayahnya masuk Islam, Abdullah dinikahkan ayahnya kepada seorang muslimah. Hal ini karena kekhawatiran ayahnya yang menilai anaknya begitu tekun beribadah dan melupakan hal lain.
Tapi setelah pernikahan berlangsung, Abdullah tak berubah. Ia tetap menjalani hidupnya dengan tekun beribadah. Hingga, ayahnya mengadu kepada Rasulullah.
Rasulullah menasihati Abdullah bahwa nikah itu sunnah Rasul dan ikutilah sunnah itu. Selain itu, Rasulullah juga menasihati Abdullah agar mentaati ayahnya.
“Taatilah ayahmu!” ucap Rasulullah. Kalimat ini begitu sakral buat Abdullah yang kelak menggiringnya pada keterlibatan politik praktis, perseteruan antara Muawiyah dan Ali dalam Perang Shiffin.
Ia memang benar turun di medan laga dalam perang itu. Tapi, Abdullah mengklarifikasi bahwa pedangnya tak pernah ia gunakan, begitu pun dengan panahnya.
Muawiyah bingung dengan perilaku Abdullah. “Kenapa kamu ikut berperang jika tak ingin terlibat dalam perang?”
Abdullah mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda kalau aku harus mentaati ayahku. Dan perang itu adalah perintah ayahku!”
Prestasi lain yang luar biasa dari Abdullah bin Amru adalah karyanya yang begitu fenomenal. Yaitu, kitab Ash-Shohifah Ash-Shodiqah. Kitab ini merupakan kumpulan hadis yang terdiri dari 700 hadis.
Ia menulis kitab ketika Rasulullah masih hidup. Dan Rasulullah sudah mengizinkannya.
Padahal waktu itu, belum pernah ada seorang pun sahabat Nabi yang menulis karya sehebat itu. Karena itu, kitab ini langsung dimasukkan Imam Ahmad kedalam kitab hadis Musnadnya.
Begitu pun ketika Muawiyah mengangkatnya sebagai Gubernur Mesir menggantikan ayahnya yang wafat. Penunjukkan itu diterima oleh Abdullah. Tapi, ia menjabat hanya satu bulan saja.
Ia memang mendapat warisan dari ayahnya. Tapi, semua itu ia sedekahkan untuk fakir miskin di Madinah.
**
Tak perlu menunggu tua untuk menjadi super soleh. Di usia belasan tahun pun bisa. Yang penting ada kesungguhan dan kesabaran.
Kesungguhan karena akan banyak halangan yang datang. Dan kesabaran karena akan banyak celaan atau sindiran yang banyak didengar.
Tunjukkan bahwa bukan hanya orang tua saja yang bisa soleh. Anak remaja pun sangat bisa. [Mh]



