KAJIAN Ramadhan dan Khotmul Qur’an yang digelar PC Persaudaraan Muslimah (Salimah) Jatiasih di Masjid Jami Ad-Da’wah menghadirkan Ustazah Inna Nur Susiami selaku Ketua Salimah Kota Bekasi sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri melalui kedekatan dengan Al-Qur’an.
Ia mengawali materi dengan mengingatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang orang yang berpuasa di bulan Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan dosa sebagai golongan yang merugi.
“Bagaimana agar kita tidak termasuk golongan tersebut? Kuncinya adalah meningkatkan kualitas interaksi dengan Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan lebih dari 76 jemaah yang hadir, Rabu (25/2/2026).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menurutnya, segala hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an adalah mulia.
Kitab suci itu diturunkan pada bulan Ramadhan yang mulia, melalui malaikat Jibril yang mulia, kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mulia.
Karena itu, umat Islam yang ingin meraih kemuliaan hendaknya memperbanyak tilawah, tadabur, serta pengamalan isi Al-Qur’an.
Mengulas Surah Al-Baqarah ayat 183, ia menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah menjadi orang bertakwa, yakni mereka yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kajian Ramadhan Salimah Jatiasih 1447 H: Raih Taqwa, Ilmu, dan Syukur melalui Al-Qur’an
Baca juga: Kajian Ramadhan dan Khotmul Qur’an PC Salimah Jatiasih Perkuat Cinta Al-Qur’an
Pada ayat 184 hingga 187, lanjutnya, terdapat sejumlah pesan penting tentang dampak Ramadhan, yaitu menjadikan manusia berilmu, pandai bersyukur (la’allakum tasykuruun), memperoleh petunjuk (la’allahum yarsyuduun), serta semakin menguatkan ketakwaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya qiyamul lail di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan kekhusyukan.
Khusyuk, jelasnya, bukan berarti tidak mengingat apa pun saat shalat, tetapi ketika pikiran melayang dan segera kembali fokus kepada Allah.
Menutup tausiyahnya, Ustazah Inna menegaskan bahwa Ramadhan adalah sarana pembentukan pribadi yang lebih baik, tidak larut dalam penyesalan masa lalu, keluhan masa kini, ataupun kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan, melainkan pribadi yang berilmu, bersyukur, mendapat petunjuk, dan bertakwa.[Sdz]





