SEKELOMPOK mahasiswa Israel dilaporkan menyerang guru dan siswa Palestina dari Sekolah Ibn Khaldoun di Sakhnin, Israel utara, pada Rabu siang (4/2/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan lebih dari selusin orang mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan pihak sekolah dan layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, serangan terjadi saat rombongan sekolah sedang melakukan perjalanan edukatif ke wilayah Beisan (Beit She’an).
Dilansir dari middleeasteye, para pelaku diduga menggunakan semprotan merica serta melakukan kekerasan verbal dan fisik terhadap staf pengajar dan siswa, yang sebagian besar berusia sekitar 15 tahun.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Polisi Israel mengonfirmasi telah menahan tiga anak di bawah umur yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, serta satu orang dewasa yang disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kelompok tersebut. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.
Kepala Sekolah Ibn Khaldoun, Kamal Abu Younis, menyatakan bahwa sekitar 14 siswa dan guru dibawa ke Pusat Medis HaEmek di Afula untuk mendapatkan perawatan akibat cedera ringan, termasuk iritasi mata.
Ia menyebut insiden tersebut sebagai tindakan bermotif rasis dan menyatakan pihak sekolah akan mengambil langkah-langkah lanjutan untuk merespons kejadian tersebut.
Guru dan Siswa Palestina Jadi Korban Serangan di Israel Utara
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa tampak mengalami trauma, sementara staf sekolah terlihat memberikan pertolongan pertama, khususnya terhadap korban yang terkena semprotan merica.
Peristiwa ini memicu kecaman dari sejumlah tokoh politik dan pemimpin komunitas Palestina di Israel.
Pada Kamis pagi, pihak sekolah menggelar aksi demonstrasi damai yang menyerukan penghentian kekerasan dan rasisme, serta menuntut jaminan keamanan yang lebih baik bagi komunitas Palestina.
Anggota parlemen Israel keturunan Palestina, Ayman Odeh, mengecam insiden tersebut dan menyatakan bahwa serangan terhadap warga Arab di Israel semakin sering terjadi.
Sementara itu, Komite Tindak Lanjut Pendidikan Arab (FUCAE) menilai insiden ini mencerminkan meningkatnya ketegangan dan ancaman terhadap keselamatan siswa Palestina.
Komite tersebut mendesak Kementerian Pendidikan Israel untuk mengambil langkah konkret guna memastikan perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik di sekolah-sekolah Arab.[Sdz]





