KEMENTERIAN Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar.
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan penularan virus yang dapat menyebar dari hewan ke manusia.
Selain itu, masyarakat juga diminta mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga daya tahan tubuh.
Kemenkes juga mengingatkan pelaku perjalanan dari India atau negara terdampak untuk mematuhi protokol kesehatan setempat dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, muntah, atau penurunan kesadaran hingga 14 hari setelah kepulangan.
Hingga saat ini, belum ditemukan kasus konfirmasi virus Nipah di Indonesia, namun pemerintah terus meningkatkan pemantauan, pengawasan pintu masuk negara, serta deteksi dini melalui sistem surveilans untuk mengantisipasi potensi penyebaran.
Baca juga: Kemenkes Bersama Dinas Kesehatan Aceh Terjunkan 396 Tenaga Cadangan Kesehatan
Kemenkes RI Imbau Warga Tidak Konsumsi Buah dengan Bekas Gigitan Kelelawar
Selain itu, Kemenkes juga menyampaikan sejumlah imbauan lain yang perlu diperhatikan masyarakat, antara lain:
Cuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
Hindari kontak dengan hewan terinfeksi.
Perkuat imunitas tubuh dengan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (cuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, rajin aktivitas fisik)
Apabila melakukan perjalanan ke India dan negara terjangkit penyakit virus Nipah disarankan untuk mengikuti imbauan protokol kesehatan dari MoH India/otoritas negara setempat.
Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit Nipah (demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran/kejang) pasca kepulangan (hingga 14 hari) dari India/negara terjangkit.
Berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di West Bengal, India. Hingga saat ini, belum ada laporan kematian.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Meningkatkan pemantauan dan deteksi dini serta melaporkan kasus sesuai pedoman melalui laporan event based surveillance Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) atau PHEOC dan Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES)
Meningkatkan pengamatan dan penemuan kasus di wilayah melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di Rumah Sakit
Menyebarluaskan media KIE (FAQ, poster, dan pedoman terkait penyakit virus Nipah) yang dapat diakses pada kanal https://infeksiemerging.kemkes.go.id
Melakukan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap seseorang yang mengalami gejala mengarah ke penyakit virus Nipah dan memenuhi salah satu faktor risiko seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir/memiliki riwayat kontak atau konsumsi hewan terinfeksi/konsumsi nira atau aren mentah. [Din]





