DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyiagakan pelayanan kesehatan 24 jam bagi korban banjir yang melanda wilayah itu dalam dua pekan terakhir.
Dikutip dari berbagai sumber, Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi Supriadinata menyatakan tim medis telah diterjunkan ke sejumlah lokasi banjir guna optimalisasi kesiagaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.
Ia menyebut wilayah yang menjadi prioritas penanganan, meliputi sejumlah kecamatan, di antaranya Babelan, Tarumajaya hingga Muaragembong.
Selain mendirikan posko kesehatan, tim pemantau juga berkeliling untuk melakukan penanganan kesehatan kepada masyarakat.
Seluruh fasilitas kesehatan puskesmas di Kabupaten Bekasi juga telah diinstruksikan untuk beroperasi penuh dan memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Tim medis juga melakukan sistem jemput bola dengan turun langsung ke berbagai lokasi banjir dan pengungsian.
Baca juga: Kampung Melayu, Jakarta Timur Kembali Dilanda Banjir dengan Ketinggian Air 135 cm
Dinkes Kabupaten Bekasi Siapkan Pelayanan Kesehatan 24 Jam bagi Korban Banjir
Dia mengakui banjir mengakibatkan masyarakat mengalami gangguan kesehatan. Penyakit kulit mendominasi penyakit yang disebabkan banjir. Gangguan saluran pernapasan juga dialami korban banjir.
Ia memberikan pesan kepada seluruh tenaga kesehatan yang sedang bertugas di lapangan agar tetap mampu menjaga kondisi tubuh demi optimalisasi kinerja.
Kepala Puskesmas Muaragembong dr Ridwan Meito Tomanyira menambahkan pihaknya menghadirkan layanan puskesmas keliling (pusling) untuk menjangkau warga terdampak banjir di sejumlah desa di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Dirinya menjelaskan pelayanan ini telah menjangkau sejumlah lokasi banjir maupun pengungsian warga terdampak dengan waktu layanan mulai pagi hingga sore secara jemput bola atau tidak menetap di satu lokasi saja.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pihaknya memanfaatkan perahu karet dari BPBD Kabupaten Bekasi untuk menjangkau lokasi-lokasi tujuan pelayanan medis guna membantu warga terdampak banjir mengingat sebagian besar akses menuju lokasi tidak bisa dilalui lewat jalur darat.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per Minggu (1/2/2026), banjir masih menggenangi 45 desa pada 13 wilayah kecamatan dengan total 194 lokasi tergenang.
Sebanyak 51.796 kepala keluarga terdampak siklus banjir tahunan ini. Dari seluruh korban banjir itu, 1.388 KK atau 4.508 jiwa berstatus mengungsi di total 18 lokasi pengungsian yang telah disiagakan pemerintah daerah. [Din]





