• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 27 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Jangan Salah Paham dengan Amalan Nisfu Sya’ban

26/01/2026
in Khazanah
Hidayah Islam Itu Universal

Ilustrasi, foto: Pinterest

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MALAM Nisfu Sya’ban atau malam pertengahan bulan Sya’ban sudah mengakar di sebagian besar masyarakat. Pada malam itu, masjid-masjid tumpah ruah untuk zikir, istigfar, dan khususnya membaca Surah Yasin.

Dasar Malam Nisfu Sya’ban

Dasar dari amalan di malam Nisfu Sya’ban adalah hadis yang isinya: Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala memperhatikan makhluk-Nya di malam Nisfu Sya’ban, maka Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya. Kecuali, orang yang menyekutukan Allah dan menebarkan permusuhan (musyahin).

Hadis ini dinilai ulama hadis dengan derajat shahih. Beberapa sahabat Nabi meriwayatkan hadis ini dan saling menguatkan.

Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Nah, sampai di sini, ulama berbeda pendapat dalam mengisi malam Nisfu Sya’ban. Ada yang berpendapat cukup dilakukan secara individu, ada juga yang berjamaah di masjid.

Hal ini karena memang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyebutkan teknis bagaimana mengisi malam Nisfu Sya’ban.

Yang menjadi rujukan adalah apa yang dilakukan oleh ulama tabi’in di Syam, antara lain seorang ulama yang begitu tsiqah (terpercaya), yaitu Khalid bin Ma’dan rahimahullah. Tak ada seorang ulama pun yang meragukan beliau.

Para ulama di Syam, khususnya di Suriah ini, menghidupkan malam Nisfu Sya’ban di masjid. Mereka menjadikan malam itu begitu istimewa: hadir ke masjid dengan busana terbaik, berzikir, shalat sunnah, berdoa, dan lainnya.

Menjadikan ulama tabi’in sebagai rujukan adalah hal yang dibenarkan dalam syariat Islam. Hal ini merujuk pada hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian yang setelahnya (tabi’in), kemudian yang setelahnya (tabi’ut tabi’in).

Kenapa Hanya di Syam

Mungkin sebagian kita bertanya kenapa hal itu dilakukan hanya di kalangan ulama salaf di Syam, khususnya Suriah? Dan tidak di ulama salaf di Mekah atau Madinah.

Ada hikmah yang membedakan ijtihad para ulama salaf saat itu. Masyarakat Islam di Syam saat itu berbeda dengan di Mekah dan Madinah.

Di Suriah dan sekitarnya, saat itu (khususnya di tahun sekitar seratus hijriyah) masih banyak komunitas kaum Romawi. Berbeda dengan suasana Mekah dan Madinah yang sudah sangat kondusif.

Dengan begitu, syiar acara berjamaah yang memperlihatkan begitu banyak orang akan membentuk suasana dakwah yang berbeda. Yaitu, adanya ‘show of force’ kekuatan umat Islam di wilayah yang masih heterogen itu.

Jangan Salah Paham dengan Nisfu Sya’ban

Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban memang masuk dalam wilayah khilafiyah. Dan jika ditelisik dari hikmah dan budayanya, hal itu memberikan syiar Islam dalam dakwah di masyarakat luas.

Di antara hikmahnya, masyarakat menjadi tersadarkan tentang dekatnya bulan suci Ramadan. Hal ini menjadi bernilai tarhib Ramadan atau menyambut datangnya bulan Ramadan yang juga termasuk amalan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jangan karena masalah khilafiyah, satu pihak menyalahkan yang lain sehingga menumbuhkan bibit perpecahan umat Islam. Atau setidaknya akan mengurangi keharmonisan ukhuwah Islamiyah. [Mh]

 

 

Tags: Jangan Salah Paham dengan Amalan Nisfu Sya’ban
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Rekomendasi Wisata Kuliner di Jalan Sabang yang Terkenal Enak dan Murah

  • Empat Wanita Teladan Penghulu Surga

    Ada Surga di Balik Derita, Kisah Wanita Penderita Epilepsi yang Dijamin Masuk Surga

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3425 shares
    Share 1370 Tweet 856
  • Bencana Longsor Melanda Desa Pasirlangu Cisarua, Bandung Barat

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    570 shares
    Share 228 Tweet 143
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6701 shares
    Share 2680 Tweet 1675
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4088 shares
    Share 1635 Tweet 1022
  • Lebih dari 1.600 Warga Masih Mengungsi akibat Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5256 shares
    Share 2102 Tweet 1314
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1774 shares
    Share 710 Tweet 444
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga