MUNCULNYA ketombe secara tiba-tiba sering berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari, kebiasaan perawatan rambut, hingga lingkungan.
Ketombe yang muncul secara tiba-tiba sering membuat banyak orang panik dan merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Padahal, dalam banyak kasus, ketombe bukanlah tanda penyakit serius.
Baca juga: Bahaya Mencabut Uban bisa Merusak Folikel Rambut
Munculnya Ketombe bisa Berkaitan dengan Gaya Hidup Sehari-Hari
Berikut beberapa penyebab paling umum mengapa kulit kepala bisa tiba-tiba berketombe.
Jarang mencuci rambut
Jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel kulit mati di kulit kepala. jarang keramas bisa memicu penumpukan minyak.
Tidak mencuci kulit kepala dapat menyebabkan penumpukan minyak dan pertumbuhan flora normal yang berlebihan. Flora tersebut termasuk ragi bernama Malassezia.
Jika jumlah ragi ini terlalu banyak, sel kulit akan bereproduksi lebih cepat sehingga memicu pengelupasan berlebih yang tampak sebagai ketombe. Bahkan tanpa kelebihan ragi sekalipun, penumpukan sebum dan sel kulit mati tetap bisa menyebabkan ketombe.
Produk styling rambut yang tidak cocok
Beberapa produk styling justru bisa memperparah ketombe. Para ahli juga tidak menyarankan untuk memakai kondisioner atau produk berbasis minyak langsung ke kulit kepala.
Produk yang mengandung alkohol dapat menyebabkan kulit kepala kering, yang kemudian memicu produksi sebum berlebih dan akhirnya menimbulkan ketombe.
Produk tersebut seharusnya hanya digunakan dari tengah hingga ujung rambut. Penggunaan yang keliru dapat memperparah penumpukan minyak dan memicu ketombe.
Terlalu sering mencuci rambut
Selain itu, mencuci rambut terlalu sering juga dapat memicu masalah. Hal ini justru bisa memunculkan ketombe di kulit kepala.
Kebutuhan mencuci rambut berbeda pada tiap orang. Kuncinya adalah mengenali kebutuhan kulit kepala masing-masing.
Mereka yang kulitnya berminyak mungkin perlu keramas setiap dua hari, sedangkan yang kulitnya kering bisa cukup seminggu sekali.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Lingkungan yang panas dan lembab
Cuaca ikut berperan besar. Kulit kepala cenderung lebih kering di musim dingin, sementara ketombe sering lebih parah di musim panas akibat keringat, kelembapan, dan produksi minyak yang meningkat.
Bahkan olahraga di gym saat musim dingin pun bisa memicu ketombe karena keringat yang terperangkap di kulit kepala.
Pola makan yang tidak seimbang
Apa yang kamu makan juga mempengaruhi kondisi kulit kepala. Makanan tinggi gula dan lemak tidak sehat dapat meningkatkan peradangan, termasuk di kulit kepala.
Konsumsi makanan kaya omega-3 dan sayuran hijau. Nutrisi ini membantu mengatur produksi minyak dan memiliki sifat antiinflamasi yang dapat meredakan gejala ketombe.
Stres yang tidak terkelola
Stres juga bisa menjadi pemicu ketombe. Hormon kortisol meningkat akibat stres yang memicu produksi minyak semakin banyak. Jika minyak menumpuk di kulit kepala, ketombe lebih mudah muncul.
Meski ketombe bukan tanda penyakit serius, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang berada dalam tekanan fisik atau emosional. [Din]





