GUNUNG Semeru kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) dan banjir lahar hujan pada Rabu sore.
“Berdasarkan pengamatan kegempaan pada pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB terekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 20 mm dan lama gempa 2.316 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, dikutip dari berbagai sumber.
Awan panas tersebut berhenti pada pukul 16.55 WIB dan jarak luncuran tersebut masih dalam batas aman dan jauh dari permukiman warga lereng Semeru.
Baca juga: Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 5 Kilometer
Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar Hujan
Aktivitas Gunung Semeru juga mengalami satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 25 mm, dan lama gempa 3.705 detik.
“Selain itu terekam 31 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 54-177 detik,” tuturnya.
Pada periode yang sama terekam dua kali gempa guguran dengan amplitudo 5-8 mm, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 mm dan satu kali harmonik dengan amplitudo 4 mm.
“Pengamatan secara visual, gunung api tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah tenggara,” ujarnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ia menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level 3, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. [Din]





