SEJARAWAN sepakat Isra dan Mi’raj terjadi setelah ‘Ammul Huzni (tahun kesedihan/duka cita), yaitu tahun wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, serta diusirnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam oleh penduduk Thaif (Bani Tsaqif).
Namun tidak ada kesepakatan para ulama hadits dan para sejarawan muslim tentang kapan waktu persis peristiwa ini terjadi, ada yang menyebutnya Rajab, dikatakan Rabiul Akhir, dan dikatakan pula Ramadhan atau Syawal. (Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7/242-243)
Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan bahwa mayoritas Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa perjalanan Isra Mi’raj yang dialami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah ruh dan jasad sekaligus. Hal ini berdasarkan nash ayat:
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha (QS. Al Isra: 1)
Kata bi’abdihi (hamba-Nya), menunjukkan perjalanan tersebut adalah ruh dan jasad sekaligus, sebab seseorang dikatakan ‘abdu (hamba) jika terdapat unsur keduanya.
Isra Miraj Nabi Muhammad: Ruh Semata atau Bersama Jasad
Baca juga: Pelajaran dari Allah dari Peristiwa Isra Mi’raj
Inilah pendapat Ibnu Abbas, Jabir, Anas, Khudzaifah, Umar, Abu Hurairah, Malik bin Shashaah, Abu Habbah Al Badriyyi, Ibnu Masud, Dhahak, Said bin Jubair, Qatadah, Ibnu Musayyib, Ibnu Syihab, Ibnu Zaid, Al Hasan, Ibrahim, Masruq, Mujahid, Ikrimah, Ibnu Juraij, dengan dalil ucapan Aisyah dan pendapat para ulama ahli fiqh Mutaakhirin, para ahli hadits, para ahli bahasa, dan para ahli tafsir.
Syaikh Muhammad Abu Syuhbah berkata:
جمهور العلماء- سلفا وخلفا- على أن الإسراء والمعراج كانا في ليلة واحدة، وأنهما كانا في اليقظة بجسده وروحه صلّى الله عليه وسلّم، وهذا هو الذي يدل عليه قوله تعالى في مفتتح سورة الإسراء «بعبده» ، إذ ليس ذلك إلا الروح والجسد. وقد تواردت على ذلك الأخبار الصحيحة المتكاثرة، والنصوص على ظواهرها ما لم يقم دليل على صرفها عن ظاهرها
Mayoritas ulama salaf dan khalaf mengatakan bahwa isra Mi’raj itu terjadi dalam satu malam, terjadi secara sadar dengan jasad dan ruhnya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hal ini ditunjukkan oleh firman-Nya dalam pembukaan surat Al isra “Bi’abdihi” yang mana hal itu tidak lain tidak bukan menunjukkan Ruh dan Jasad. Berita tentang ini shahih mutawatir dan banyak, dan dalil-dalil dipahami berdasarkan zahirnya selama tidak ada dalil yang memalingkan dari zahirnya. (Sirah Nabawiyah ‘ala Dhau’il Quran was Sunnah, hal. 410).
[Sdz]





