ISLAM dipandang sebagai agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk kebutuhan psikologis seperti relaksasi dan ketenangan jiwa.
Dalam ajarannya, manusia dipahami sebagai makhluk yang terdiri dari unsur fisik, akal, dan jiwa. Ketiganya perlu dijaga keseimbangannya agar manusia dapat menjalani kehidupan secara utuh.
Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan jiwa adalah bergurau.
Ustaz Farid Nu’man Hasan mengatakan bahwa aktivitas ini dinilai dapat menyegarkan pikiran, mengurangi kesedihan, serta meredakan kelelahan emosional.
Sejarah kehidupan manusia menunjukkan bahwa unsur humor dan hiburan selalu hadir sebagai bagian dari interaksi sosial.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Namun demikian, Islam juga memberikan batasan agar gurauan tidak berubah menjadi tindakan yang menyakiti, merendahkan, atau melalaikan hal-hal yang lebih penting.
Para ulama dan sumber-sumber ajaran Islam menekankan sejumlah adab dalam bergurau.
Salah satunya adalah larangan berbohong demi memancing tawa.
Kejujuran tetap diwajibkan, baik dalam situasi serius maupun bercanda.
Sejumlah hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan bahaya dusta dalam candaan karena dapat merusak akhlak dan keimanan seseorang.
Adab Bergurau dalam Islam
Selain itu, Islam melarang penggunaan kata-kata kotor, kasar, atau mengandung unsur penghinaan dalam gurauan.
Tindakan mengolok-olok orang lain, termasuk mengejek fisik atau kondisi pribadi, dinilai bertentangan dengan nilai-nilai etika Islam.
Larangan tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis yang menekankan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti sesama.
Islam juga mengingatkan agar tidak berlebihan dalam bergurau.
Baca juga: Tadabbur Kisah Bayi Musa dan Ibunya
Aktivitas yang dilakukan secara berlebihan dinilai dapat melalaikan hati dan mengurangi keseriusan dalam menjalani kewajiban hidup.
Sejumlah ulama menyebutkan bahwa terlalu banyak tertawa dapat berdampak pada kondisi spiritual seseorang.
Lebih lanjut, ajaran Islam secara tegas melarang menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an atau sunah Nabi sebagai bahan candaan.
Tindakan tersebut dipandang sebagai bentuk penghinaan terhadap agama dan memiliki konsekuensi serius dalam ajaran Islam.
Dengan demikian, Islam memandang bergurau sebagai kebutuhan manusia, namun harus dilakukan dengan etika dan tanggung jawab agar tetap membawa manfaat, bukan mudarat.[Sdz]





