KONDISI Sulawesi Utara terkendali dan relatif kondusif pasca gempa bumi bermagnitudo 7,1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) terkendali dan relatif kondusif usai diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,1.
“Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Sebagian warga memang masih mengalami trauma, namun situasi secara umum sudah kondusif,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari berbagai sumber.
Ia memastikan bahwa aktivitas masyarakat di wilayah terdampak juga mulai kembali normal. Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Minggu (11/1/2026) pukul 13.00 WIB, gempa berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga.
Baca juga: Aktivitas Gunung Semeru Masih Didominasi Gempa Letusan Setiap Harinya
Kondisi Pasca Gempa di Sulawesi Utara Relatif Kondusif
Sementara kerusakan material tercatat pada 12 unit rumah dan dua fasilitas kesehatan, yang saat ini masih dalam proses pendataan dan verifikasi di lapangan.
Gempa terjadi pada Sabtu (10/1/2026) pukul 21.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 17 kilometer pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur.
Menurut Abdul, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami meski guncangan dirasakan cukup kuat selama sekitar 20–30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga sempat memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama. Sementara itu, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan kondisi serta memastikan keselamatan masyarakat.
“Aliran listrik yang sempat padam dilaporkan telah kembali normal,” kata Abdul menambahkan.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami retak atau berpotensi roboh, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti rilis resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat. [Din]





