USTAZ Cahyadi Takariawan menyampaikan bahwa tawakal kepada Allah merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga ketenangan jiwa di tengah berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, sikap berserah diri kepada Allah dapat memberikan rasa aman dan ketenteraman batin, meskipun seseorang sedang menghadapi tekanan, kesulitan, atau masalah berat.
Ia menjelaskan bahwa tawakal bukan sekadar sikap pasrah tanpa usaha, melainkan bentuk kepercayaan penuh kepada Allah setelah seseorang melakukan ikhtiar secara maksimal.
Prinsip tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk berusaha sungguh-sungguh, sekaligus menggantungkan hasilnya kepada Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ustaz Cahyadi mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Ath-Thalaq ayat 3 yang menyebutkan bahwa siapa pun yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi landasan kuat bahwa ketenangan batin dan kecukupan hidup berkaitan erat dengan sikap tawakal.
Ia juga merujuk penjelasan ulama Ibnu Rajab Al-Hambali yang mendefinisikan tawakal sebagai penyandaran hati secara jujur kepada Allah dalam meraih kebaikan dan menghindari keburukan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Tawakal Menjadi Sumber Ketenangan Jiwa
Baca juga: Pengaruh Al-Qur’an dalam Meraih Ketenangan Jiwa
Definisi ini menegaskan bahwa tawakal mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
Senada dengan itu, pemikiran Ibnul Qayyim Al-Jauziyah turut disampaikan untuk memperjelas makna tawakal.
Menurut Ibnul Qayyim, tawakal adalah ketergantungan hati sepenuhnya kepada Allah, tanpa menghilangkan kewajiban untuk mengambil sebab atau melakukan usaha. Ia menegaskan bahwa ketergantungan hati kepada selain Allah bertentangan dengan hakikat tawakal.
Ustaz Cahyadi menekankan bahwa seseorang tidak akan mudah diliputi kegelisahan dan penderitaan batin apabila hatinya senantiasa bergantung kepada Allah sebagai pengatur alam semesta.
Keyakinan bahwa seluruh kejadian berada dalam ketentuan-Nya diyakini dapat menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.[Sdz]




