RATUSAN orang di Swedia memilih membatalkan perayaan Tahun Baru dan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Aksi tersebut berlangsung di ibu kota Stockholm pada Rabu (31/12/2025) malam dan dipusatkan di Lapangan Segels Torg.
Demonstrasi ini digelar atas seruan sejumlah organisasi masyarakat sipil.
Dilansir dari trtworld, para peserta menyatakan keprihatinan terhadap situasi kemanusiaan di Gaza dan memilih untuk memperingati penderitaan warga sipil, termasuk anak-anak, dibandingkan merayakan pergantian tahun.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Meski suhu udara sangat dingin, massa tetap berkumpul dan mengikuti rangkaian aksi.
Dalam demonstrasi tersebut, peserta membawa berbagai spanduk dan poster berisi pesan kemanusiaan, di antaranya seruan penghentian kekerasan, perlindungan terhadap warga sipil, serta desakan agar gencatan senjata segera dipatuhi.
Sejumlah poster juga menyoroti kondisi sekolah, rumah sakit, dan krisis pangan di Gaza.
Selain itu, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah Swedia untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel.
Ratusan Warga di Swedia Gelar Aksi Solidaritas Palestina pada Malam Tahun Baru
Melalui pernyataan tertulis, penyelenggara aksi menyampaikan bahwa mereka menolak memulai tahun baru dengan mengabaikan ketidakadilan yang terjadi di Palestina.
Pernyataan tersebut juga menegaskan pandangan para demonstran bahwa kekerasan dan pengepungan di Gaza masih berlangsung meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata.
Setelah berkumpul di Segels Torg, para demonstran kemudian berarak menuju Gedung Parlemen Swedia sambil membawa obor dan mengibarkan bendera Palestina.
Baca juga: Swedia Menjatuhkan Hukuman Penjara Kepada Penyebar Kebencian Karena Membakar Al Quran
Aksi berlangsung secara damai dengan pengawalan aparat keamanan setempat.
Menurut data otoritas kesehatan di Gaza, konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan ratusan ribu warga terluka.
Meski kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu, laporan menyebutkan bahwa korban sipil masih terus berjatuhan.
Aksi di Stockholm ini menjadi bagian dari rangkaian solidaritas internasional yang terus bermunculan di berbagai negara, seiring meningkatnya perhatian publik global terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.[Sdz]





