• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 9 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Cara Berpikir Tidak Biasa

23/11/2025
in Nasihat
Cara Berpikir Tidak Biasa

Ilustrasi, foto: intpik.ru

67
SHARES
515
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BERPIKIR tidak biasa atau out of the box diperlukan untuk masalah yang luar biasa. Tapi bukan sekadar berpikirnya, melainkan juga kerja kerasnya.

Pada 22 April 1453 masehi terjadi sebuah peristiwa besar bersejarah. Kota Konstantinopel jatuh ke tangan umat Islam. Komandan penakluknya seorang pemuda usia 21 tahun. Namanya Muhammad Al-Fatih.

Wilayah Romawi Timur atau Bizantium beberapa kali ingin ditaklukan pasukan Islam. Ibu kotanya ada wilayah Turki saat ini dan bernama Istanbul.

Sepanjang sejarah Islam, sejak masa Khilafah Umayyah, Abbasiyah, hingga Utsmani, sekitar 36 kali upaya penaklukan terhadap kota ini. Rentang waktunya sekitar 700 tahun. Tapi, semua upaya itu gagal. Kecuali, yang dilakukan Al-Fatih itu.

Kenapa begitu sulit?

Kota ini hanya bisa ditaklukkan melalui laut. Karena posisinya berada di atas dengan benteng kokoh yang berlapis.

Untuk bisa menaklukan lewat laut harus menembus ‘benteng’ laut di pintu masuk Selat Bosphorus. Lebar selat tidak terlalu besar dan pintu masuk selat ditutup dengan rantai besar. Tidak mungkin kapal-kapal di masa itu menembus rantai besar itu.

Apa tidak mungkin bisa menaklukan pertahanan super kuat itu?

Muhammad Al-Fatih bukan komandan perang biasa. Ia adalah seorang sultan yang meski usianya baru 21 tahun, tapi jam terbangnya sudah 10 tahun. Artinya, ia sudah ‘magang’ menjadi sultan dan komandan sejak usia 11 tahun yang dilatih penuh oleh ayahnya.

Cara berpikirnya tidak lagi biasa. Kalau serangan langsung dari darat tidak mungkin karena tertutup benteng berlapis, dari laut juga tidak mungkin karena dihadang rantai besar sepanjang pintu masuk selat; maka masih ada cara lain.

Apa itu? Inilah cara berpikir yang tidak biasa dari Al-Fatih.

Di sisi daratan yang lain memang tertutup hutan dan bukit. Tapi, di situlah pintu masuknya.

Para prajurit ditugaskan untuk menebang pohon-pohon besar dari laut ke arah bukit tanpa diketahui penjaga di benteng. Penebangan dilakukan untuk ‘jalan’ yang akan dilalui kapal.

Ya, kapal-kapal nantinya harus berjalan melalui daratan yang tertutup hutan, naik ke bukit, dan akhirnya meluncur ke selat Bosphorus atau sisi laut bagian dalam benteng.

Batang-batang kayu yang ditebang dipotong-potong untuk ‘roda’ di alas kapal ketika naik ke bukit. Setiap kapal ditarik ribuan tentara. Ketika sudah berada di atas bukit, kapal akan meluncur dengan ‘roda’ yang sama menuju laut, tanpa harus ditarik lagi.

Jarak perjalanan kapal melalui bukit dan meluncur ke laut sekitar 3 kilometer. Jumlah kapal yang akan ditarik sekitar 70 kapal.

Menariknya, semua kapal itu harus ditarik ke bukit dan diluncurkan ke laut hanya dalam waktu satu malam. Plus dengan seratus ribu prajurit lebih.

Betapa terkejutnya musuh ketika di pagi hari saat mereka bermalas-malasan bangun, ada tujuh puluh kapal yang berisi tentara sudah berada di wilayah pelabuhan mereka. Kapal-kapal itu pun dilengkapi meriam dengan diameter 70 sentimeter untuk menembak sasaran musuh.

Pada tanggal 22 April 1453 masehi, Kota Konstantinopel jatuh. Al-Fatih berhasil menaklukan Bizantium dengan sebuah strategi yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya.

**

Kunci dari berpikir tidak biasa adalah keyakinan diri bahwa semua masalah bisa diselesaikan. Kalau keyakinan itu kuat, maka kegagalan dari satu cara menjadi dasar pengayaan untuk cara-cara berikutnya yang lebih istimewa.

Butuh keyakinan kuat, butuh pemikiran cerdas, dan juga butuh kerja keras. Hambatannya adalah kebalikannya: pesimis, tidak matang dalam berpikir, dan berusaha sekadarnya.

Yakinlah bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Dan sekali lagi: bersama kesulitan selalu ada kemudahan. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Cara Berpikir Tidak BiasaMuhammad al fatih
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pegang Al-Qur’an Terjemah Tanpa Wudhu

Next Post

Anna Mahmudah Terpilih Sebagai Ketua Baru Salimah Kota Blitar

Next Post
Anna Mahmudah Terpilih Sebagai Ketua Baru Salimah Kota Blitar

Anna Mahmudah Terpilih Sebagai Ketua Baru Salimah Kota Blitar

Muslim LifeFair JICC 2025 Usung Semangat Kebangkitan Ekosistem Halal

Muslim LifeFair JICC 2025 Usung Semangat Kebangkitan Ekosistem Halal

Empat Cara Memiliki Keberanian dalam Diri Seorang Muslim

Hikmah di Balik Ujian

  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygienekit untuk Korban Gempa di Poso

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Resep Singkong Keju Goreng

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Jangan Terbawa Arus

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7810 shares
    Share 3124 Tweet 1953
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1638 shares
    Share 655 Tweet 410
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga