• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 22 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Putus Estafet Dakwah

17/09/2025
in Nasihat
Ibrah di Balik Hadirnya Negara Israel di Tanah Palestina

Ilustrasi, foto: BBC.

72
SHARES
550
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MISI dakwah itu bukan untuk satu generasi. Dakwah harus bergulir dari generasi ke generasi.

Di generasi awal dakwah, di masa generasi sahabat, ada kegelisahan ketika Yahudi Madinah membuat isu. Isunya: kaum muhajirin tak akan bisa punya anak karena telah disihir dukun Yahudi.

Jadi, meskipun para sahabat yang berasal dari Mekah selamat tiba di Madinah, mereka tak akan bisa punya keturunan yang akan lahir di Madinah.

Ternyata, isu ini terbantahkan hanya dalam hitungan bulan. Ada bayi dari ayah dan ibu muhajirin lahir di Madinah. Peristiwa kelahirannya di awal tahun kedua hijriyah.

Siapakah bayi itu, dan siapa pula ayah ibunya?

Bayi itu bernama Abdullah. Ayahnya bernama Zubair bin Al-Awwam. Ibunya bernama Asma binti Abu Bakar, radhiyallahu ‘anhum.

Zubair itu putera dari Shafiyah binti Abdul Muthalib atau punya hubungan sepupu dengan Rasulullah. Sementara ayahnya, Al-Awwam adalah kakak dari istri Rasulullah: Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha.

Dan sang ibu yaitu Asma binti Abu Bakar adalah kakak dari istri Rasulullah: Aisyah binti Abu Bakar radhiallahu ‘anhuma. Semua tali kekeluargaan Abdullah bin Zubair bertemu dengan sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Abdullah lahir di perjalanan hijrah ayah ibunya menuju Madinah. Ia lahir di Quba, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Madinah masa itu.

Semua kaum muslimin bergembira dengan kabar kelahiran Abdullah. Sebuah generasi baru terlahir di bumi tempat hijrah.

Sang ibu membawa bayi Abdullah kepada Rasulullah untuk didoakan. Abdullah kemudian didoakan Rasulullah dan ditahnik, yaitu mengoleskan dinding rongga mulut bayi dengan kunyahan kurma oleh Rasulullah.

Abdullah pun tumbuh besar sesuai desain dua aktivis dakwah yang begitu dekat dengan Rasulullah: Zubair dan Asma.

Di usia anak-anak, Abdullah sudah begitu tekun beribadah, menghafal Al-Qur’an, dan dekat dengan Rasulullah. Sekitar tiga puluhan hadis diriwayatkan melalui Abdullah bin Zubair.

Pernah suatu kali, setelah Rasulullah wafat, Ka’bah mengalami banjir. Tinggi banjir sekitar dua meter. Tak ada orang yang melaksanakan thawaf.

Namun tidak begitu dengan Abdullah bin Zubair. Di usianya yang masih belia, ia tetap thawaf mengelilingi Ka’bah meski dalam keadaan banjir. Ia tidak melakukan thawaf dengan berlari kecil. Melainkan dengan berenang.

Soal kepiawaian dan keberanian jihadnya tak perlu diragukan. Abdullah menjadi tokoh kemenangan penaklukan Islam di Afrika. Di usianya yang baru 17 tahun, ia berhasil membunuh panglima perang musuh sendirian dengan menerobos pengawalan yang ketat.

Abdullah bin Zubair juga pernah menjabat sebagai khalifah ketika khalifah Yazid bin Muawiyah wafat dan tidak ada penerus setelahnya. Namun kekhalifahan itu berhasil direbut kembali oleh keturunan Muawiyah yang lain.

**

Sebuah bencana ketika dakwah mentok di sebuah generasi orang tua. Generasi anak muda setelahnya seperti antitesa misi orang tua mereka.

Dakwah seperti hanya ada di zaman old dan mandeg di zaman now. Tak ada regenerasi. Bahkan seperti bertolak belakang.

Boleh jadi, ini terjadi karena dakwah hanya sebatas narasi di ruang-ruang formal. Sementara di dunia nyata, khususnya di rumah-rumah para duat, dakwah seperti fenomena daun talas yang disiram air.

Dakwah harus dimulai dari rumah-rumah kita. Insya Allah, dakwah akan semarak di masyarakat kita.

Jangan ke masjid sendiri. Jangan ke majelis taklim sendirian. Ajak anak, ponakan, dan cucu. Biasakan mereka memegang tongkat estafet dakwah berikutnya. [Mh]

 

 

 

Tags: Jangan Putus Estafet Dakwah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wanda Hamidah Akhirnya Berlayar Bersama Global Sumud Flotilla

Next Post

Bersyukur Atas Kemuliaan Menjadi Ibu

Next Post
bersyukur atas

Bersyukur Atas Kemuliaan Menjadi Ibu

3 Langkah Eksfoliasi agar Kulit Wajah Lebih Sehat

3 Langkah Eksfoliasi agar Kulit Wajah Lebih Sehat

Bali Jadi Tuan Rumah Silaknas, ICMI Dorong Ekosistem Halal dan Keuangan Syariah Digital

Bali Jadi Tuan Rumah Silaknas, ICMI Dorong Ekosistem Halal dan Keuangan Syariah Digital

  • Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9381 shares
    Share 3752 Tweet 2345
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    876 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Ketua Kossuma Sleman DIY Lolos Seleksi Australia Awards 2026

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Kolaborasi DW EXCLUSIVE, WOU BATIK dan KELASMODELLING.ID pada Panggung Fashion Nation dengan Koleksi Multikreasi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Eko Tjandra Hadirkan Koleksi Skyline dengan Model Plus Size, Bawa Pesan Empowering Woman

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5503 shares
    Share 2201 Tweet 1376
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4244 shares
    Share 1698 Tweet 1061
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11782 shares
    Share 4713 Tweet 2946
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga