TRAVELING ke Luar Negeri menjadi impian banyak orang untuk menikmati suasana baru, mengenal budaya berbeda, hingga mengunjungi tempat-tempat yang selama ini hanya terlihat melalui media sosial. Namun, biaya perjalanan yang tidak sedikit sering kali membuat rencana tersebut harus ditunda.
Padahal, liburan ke luar negeri tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan perencanaan yang matang, seseorang tetap bisa menikmati perjalanan tanpa harus menguras tabungan. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah menyusun anggaran perjalanan sejak jauh-jauh hari.
Dalam Islam, perencanaan keuangan juga berkaitan dengan sikap tidak berlebihan dalam menggunakan harta. Oleh karena itu, traveling sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan agar tidak mengganggu kebutuhan utama.
1. Tentukan Destinasi Sesuai Kemampuan Finansial
Langkah pertama sebelum traveling ke luar negeri adalah menentukan destinasi berdasarkan kondisi keuangan. Jangan hanya memilih negara karena sedang populer atau memiliki banyak tempat wisata menarik.
Pertimbangkan biaya hidup, harga transportasi, penginapan, serta kebutuhan sehari-hari di negara tujuan. Beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam, dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencoba perjalanan internasional dengan anggaran lebih terjangkau.
Selain itu, perhatikan nilai tukar mata uang. Negara dengan biaya hidup relatif rendah dan nilai tukar yang menguntungkan dapat membantu menghemat pengeluaran selama perjalanan.
2. Buat Rincian Anggaran Perjalanan Sejak Awal
Setelah menentukan destinasi, buatlah daftar kebutuhan yang harus dipersiapkan. Jangan hanya menghitung harga tiket pesawat, tetapi masukkan seluruh pengeluaran yang mungkin muncul selama perjalanan.
Beberapa komponen anggaran yang perlu diperhatikan meliputi:
- Transportasi: Tiket pesawat, kereta, bus, atau transportasi lokal.
- Akomodasi: Hotel, hostel, atau penginapan lainnya.
- Konsumsi: Biaya makan dan minum selama perjalanan.
- Wisata: Tiket masuk tempat wisata dan aktivitas tambahan.
- Dokumen perjalanan: Paspor, visa, dan kebutuhan administrasi lainnya.
- Komunikasi: Paket internet atau kartu SIM lokal.
- Dana darurat: Cadangan untuk kebutuhan tidak terduga.
Dengan membuat rincian tersebut, wisatawan dapat mengetahui perkiraan total biaya sekaligus menentukan bagian pengeluaran yang masih bisa dikurangi.
Baca Juga: Cara Memilih Mukena Premium yang Nyaman untuk Ibadah di Rumah maupun Traveling
Ingin Traveling ke Luar Negeri tanpa Menghabiskan Banyak Uang? Begini Cara Menyusun Anggaran Perjalanan
3. Cari Tiket Pesawat dan Penginapan Lebih Awal
Harga tiket pesawat menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar ketika traveling ke luar negeri. Karena itu, lakukan pencarian tiket sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan untuk membandingkan harga dari berbagai maskapai.
Manfaatkan fitur pemantauan harga dan pertimbangkan penerbangan pada hari kerja apabila jadwal memungkinkan. Hindari membeli tiket hanya karena tergiur harga murah tanpa memperhatikan biaya bagasi, transit, dan ketentuan lainnya.
Hal serupa berlaku untuk penginapan. Pilih tempat menginap yang memiliki akses transportasi umum agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk perjalanan menuju tempat wisata.
4. Susun Itinerary agar Pengeluaran Lebih Terkontrol
Itinerary atau rencana perjalanan membantu wisatawan mengatur waktu sekaligus memperkirakan biaya selama berada di negara tujuan.
Kelompokkan tempat wisata berdasarkan wilayah agar tidak perlu berpindah lokasi terlalu jauh dalam satu hari. Selain menghemat waktu, cara ini juga dapat mengurangi biaya transportasi.
Tidak semua tempat menarik harus dikunjungi dengan membayar tiket masuk. Wisatawan bisa memasukkan taman kota, museum gratis, kawasan bersejarah, atau ruang publik sebagai alternatif kegiatan.
Dengan begitu, perjalanan tetap menyenangkan tanpa harus mengeluarkan uang untuk setiap aktivitas.
5. Siapkan Dana Darurat dan Hindari Berutang demi Liburan
Anggaran perjalanan sebaiknya tidak hanya mencakup kebutuhan utama, tetapi juga dana cadangan. Perubahan jadwal penerbangan, kondisi kesehatan, kehilangan barang, atau kebutuhan mendadak lainnya bisa menambah pengeluaran.
Pisahkan dana darurat dari uang yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, wisatawan tidak perlu mengorbankan kebutuhan penting apabila terjadi sesuatu di luar rencana.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS. Al-Isra: 29).
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam membelanjakan harta. Artinya, seseorang tidak dianjurkan bersikap terlalu kikir, tetapi juga tidak berlebihan hingga merugikan dirinya sendiri.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari memaksakan perjalanan dengan menggunakan utang konsumtif, terutama jika kemampuan finansial belum mencukupi.
6. Kendalikan Pengeluaran Selama Traveling
Anggaran yang sudah disusun perlu diterapkan secara konsisten selama perjalanan. Salah satu tantangan ketika berada di luar negeri adalah keinginan membeli oleh-oleh, mencoba berbagai kuliner, atau mengikuti aktivitas spontan.
Bukan berarti wisatawan tidak boleh menikmati pengalaman tersebut. Namun, tentukan batas pengeluaran harian agar uang yang tersedia tidak habis sebelum perjalanan selesai.
Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan harta. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai perbuatan menyia-nyiakan harta.
Pesan ini dapat menjadi pengingat bahwa menggunakan uang secara bijak merupakan bagian dari tanggung jawab seorang muslim.
Traveling Hemat Dimulai dari Perencanaan yang Matang
Traveling ke luar negeri tanpa menghabiskan banyak uang bukan sesuatu yang mustahil. Kuncinya terletak pada kemampuan menentukan prioritas, menyusun anggaran secara realistis, dan mengendalikan pengeluaran selama perjalanan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Liburan seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan, bukan sumber masalah keuangan setelah kembali ke rumah. Dengan perencanaan yang baik, seseorang tetap bisa menikmati keindahan negara lain tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap kebutuhan hidupnya.
Pada akhirnya, perjalanan yang berkesan tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak uang yang dikeluarkan, melainkan oleh pengalaman, pengetahuan, dan rasa syukur yang diperoleh selama perjalanan. [Ssh]





