• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Dunia Bungkam Terhadap Palestina, KPIPA: Ini Pembunuhan Jurnalistik

26/05/2025
in Berita
Dunia Bungkam Terhadap Palestina, KPIPA: Ini Pembunuhan Jurnalistik
76
SHARES
584
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KOALISI Perempuan Indonesia Peduli Palestina (KPIPA) menggelar talkshow yang berjudul “Membungkam Dunia: Membunuh Jurnalis” pada Konferensi Aktivis Palestina Asia Pasifik untuk Al Quds dan Palestina di Savoy Homann Hotel, Bandung, Ahad (25/5/25). Upaya tersebut dilakukan menanggapi bungkamnya dunia terhadap apa yang terjadi di Palestina hingga saat ini.

Jurnalis Al Jazeera asal Gaza, Wael Al-Dahdouh, Youmna El Sayed, dan Maher Atiya Abu Qouta, bersama dengan jurnalis Indonesia Fitriyan Zamzami dari Republika, Pizaro Gozali Idrus dari GazaMedia.net, dan Ananda Ismail dari SCTV bicara di depan setidaknya 400 orang tokoh perempuan, jurnalis, dan pejabat publik dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Maldives, Filipina, Turki, Tunisia, Mesir, dan Maroko tersebut.

Dalam pesan daringnya, Kepala biro Al Jazeera, Wael, mengatakan jika perang genosida di jalur Gaza saat ini terjadi sangat intens.

“Siasat perang penjajah yakni genosida saat ini di Gaza terjadi sangat intens, sulit, jelas terlihat dan melahap segalanya. Tabiat mereka memutar balikkan fakta hingga mencoba mengubur semua kebenaran,” katanya.

“Para jurnalis sebagai pembawa kebenaran mengerahkan segalanya untuk menunaikan kewajibannya. Tugas kemanusiaan ini dibayar dengan mahal, bahkan lebih dari 210 orang rekan kami syahid saat menunaikan tugas yang seharusnya dilindungi oleh undang-undang,” terang Wael.

Sementara itu, koresponden Al Jazeera untuk Gaza, Youmna mengatakan jika yang kita saksikan di TV bahkan tidak mencerminkan 10% pun dari apa yang sesungguhnya terjadi.

“Pengalaman bom saat meliput live itu sangat mengerikan. Apa disaksikan orang di TV tidak mencerminkan 10% pun dari apa yang sesungguhnya terjadi. Bahkan satu misil saja, satu bangunan rumah hancur. Tiga puluh detik kemudian, empat misil menghancurkan bangunan empat lantai bersama bangunan lain disekitarnya yang meninggalkan abu dan asap teror,” ujar Youmna.

“Menjadi jurnalis Gaza bukan hanya tentang ketakutan diri, tapi juga ketakutan terhadap orang-orang yang kamu tinggalkan. Namun anak saya menguatkan. Sejak itu, saya tidak pernah bisa menangis lagi melewati apa yang terjadi,” ungkapnya.

Maher juga mengatakan jika mereka merasa dilema apakah akan mengambil gambar atau menyelamatkan.

“Bahkan sampai sekarang saya masih mencium bau darah dan asap. Saya melihat anak terbunuh. Orang yang menonton bisa memutuskan untuk tidak melihat lagi dengan mengganti channel. Tapi kami tidak bisa, kami harus memaksakan diri untuk melihat dan mendokumentasikan anak, perempuan, laki-laki dan orangtua mengalami hal tersebut di depan mata,” terangnya.

Fitriyan Al Zamzami, jurnalis media Republika juga bercerita pengalamannya saat vokal menyuarakan Palestina.

“Akun meta kami dibanned, sehingga sangat mempengaruhi finansial Republika yang memang lebih banyak bersumber dari iklan. Kami bahkan beberapa kali dibanned, karenanya kadang kami harus menyiasati penggunaan kata Gaza dan Israel,” jelasnya.

Produser berita liputan 6 SCTV, Ananda Ismail mengatakan bahwa kurangnya akses masuk Gaza untuk para jurnalis luar menyebabkan minimnya informasi langsung. Hal itulah yang melatarbelakanginya membuat join Newsroom antara wartawan Indonesia dan Gaza agar sumber-sumber berita langsung berasal dari Gaza.

Pihaknya bahkan sepakat menggunakan kata ‘genosida’ dari yang semula ‘konflik Israel Palestina’ karena melihat eskalasi yang berkembang kini.

“Ini bukan lagi isu militer, tapi ini isu kemanusiaan,” jelasnya.

Senada dengan Nanda, Redaktur Gazamedia.net, Pizzaro menjelaskan bahwa saat ini pihaknya melakukan banyak koneksi melalui podcast dibanding website karena lebih banyak diakses.

Menurut Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, Konferensi yang diadakan hingga malam hari ini dinilai sebagai titik kebangkitan melawan segala bentuk kejahatan penjajah zionis Israel dengan mengambil momen dan semangat 70 tahun Konferensi Asia Afrika.

Pemilihan tempat konferensi yang dekat dengan museum KAA pun bertujuan untuk mengingat peristiwa bersejarah KAA 1955 saat Indonesia menjadi tuan rumah untuk menyatukan negara-negara Asia Afrika dan membantu negara-negara yang belum merdeka.

“Kita akan kawal sampai Palestina merdeka. Free Free Palestine!,” tegas Nurjanah. [Mh/KPIPA]

Tags: gazaKPIPApalestina
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Israel Membunuh Enam Penjaga Palestina yang Sedang Melindungi Truk Bantuan Datang

Next Post

Viral, Permainan Tradisional Lori-Lori di Garut

Next Post
Viral, Permainan Tradisional Lori-Lori di Garut

Viral, Permainan Tradisional Lori-Lori di Garut

Bocah Empat Tahun Meninggal karena Kelaparan di Gaza Akibat Blokade Israel

Bocah Empat Tahun Meninggal karena Kelaparan di Gaza Akibat Blokade Israel

Gunung Dukono Maluku Utara Alami Dua Kali Meletus pada Senin Pagi 26 Mei 2025

Gunung Dukono Maluku Utara Alami Dua Kali Meletus pada Senin Pagi 26 Mei 2025

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8996 shares
    Share 3598 Tweet 2249
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11643 shares
    Share 4657 Tweet 2911
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4715 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4064 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3512 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5210 shares
    Share 2084 Tweet 1303
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2299 shares
    Share 920 Tweet 575
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga