• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 1 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (1)

25/02/2025
in Khazanah, Unggulan
Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (1)

foto:pinterest

84
SHARES
643
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENJELANG puasa Ramadan, Ustaz Aunur Rafiq Saleh menjelaskan agar ibadah puasa tidak terasa berat.

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  كُتِبَ  عَلَيْکُمُ  الصِّيَا مُ  کَمَا  كُتِبَ  عَلَى  الَّذِيْنَ  مِنْ  قَبْلِکُمْ  لَعَلَّكُمْ  تَتَّقُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat singkat ini menjelaskan cara Allah dalam menetapkan syariat (tasyri’) puasa dan syariat-syariat lainnya, karena cara penetapan syariat puasa ini mewakili cara Allah dalam menetapkan semua syariat-Nya.

Sebelum menyampaikan hukum dan syariat-Nya, Allah melakukan beberapa pendekatan untuk mengondisikan jiwa agar menerimanya dengan ridha.

Diantaranya pendekatan iman, pendekatan sejarah, pendekatan bahasa dan lainnya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pertama, Allah menyeru orang-orang yang beriman dengan seruan iman:

“يا ايها الذين امنوا “

Panggilan sayang dari Allah kepada orang-orang beriman di awal ayat ini, sebelum menyampaikan kewajiban, dimaksudkan untuk mengajak orang-orang beriman tersebut agar merespons kewajiban yang akan disampaikan itu dengan iman atau sebagai konsekwensi dari keimanannya.

Orang yang beriman pasti merespons kewajiban Allah dengan “sami’na wa atha’na”, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:

اِنَّمَا  كَا نَ  قَوْلَ  الْمُؤْمِنِيْنَ  اِذَا  دُعُوْۤا  اِلَى  اللّٰهِ  وَرَسُوْلِهٖ  لِيَحْكُمَ  بَيْنَهُمْ  اَنْ  يَّقُوْلُوْا  سَمِعْنَا  وَاَ طَعْنَا   ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُفْلِحُوْنَ

Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (1)

“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, Kami mendengar, dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nur: 51).

Ucapan dan respon “kami mendengar dan kami taat” ini mengungkapkan ketulusan dan kepatuhan sehingga membuat jiwa merasa ringan bahkan senang dalam melaksanakan kewajiban.

وَمَا  كَا نَ  لِمُؤْمِنٍ  وَّلَا  مُؤْمِنَةٍ  اِذَا  قَضَى  اللّٰهُ  وَرَسُوْلُهٗۤ  اَمْرًا  اَنْ  يَّكُوْنَ  لَهُمُ  الْخِيَرَةُ  مِنْ  اَمْرِهِمْ   ۗ وَمَنْ  يَّعْصِ  اللّٰهَ  وَرَسُوْلَهٗ  فَقَدْ  ضَلَّ  ضَلٰلًا  مُّبِيْنًا

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”
(QS. Al-Ahzab: 36).

Konsekwensi keimanan yang diungkapkan oleh ayat inilah yang ingin diingatkan Allah melalui panggilan di awal ayat puasa di atas, “wahai orang-orang beriman”, sebagai landasan dalam merespon syariat yang ditetapkan.

Landasan iman dalam merespon suatu kewajiban memberikan kekuatan kepada jiwa untuk menghadapi berbagai kewajiban yang terasa berat sehingga terasa ringan.

Apalagi sekedar berpuasa di siang hari. Bahkan yang lebih berat dari hal itu pun jiwa yang telah dicelup dengan keimanan itu siap menghadapinya dengan enteng dan senang hati.

Baca juga: Rukun Puasa Ramadan yang Perlu Diketahui

Ini bisa kita baca dalam kisah para tukang sihir Fir’aun.

Setelah para tukang sihir itu kalah dalam adu “ilmu” dengan Nabi Musa ‘Alaihi Salam, mereka pun beriman.

Setelah mereka beriman, Fir’aun mengancam mereka dengan ancaman potong tangan dan kaki secara bersilamg (QS. Thaha: 71), tetapi ancaman ini ditanggapi santai dengan menunjukkan kesiapan menerima segala resiko yang ada karena hal itu sudah menjadi bagian dari konsekwensi keimanan.

قَا لُوْا  لَنْ  نُّؤْثِرَكَ  عَلٰى  مَا  جَآءَنَا  مِنَ  الْبَيِّنٰتِ  وَا لَّذِيْ  فَطَرَنَا  فَا قْضِ  مَاۤ  اَنْتَ  قَا ضٍ   ۗ اِنَّمَا  تَقْضِيْ  هٰذِهِ  الْحَيٰوةَ  الدُّنْيَا

“Mereka (para pesihir) berkata, Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.” (QS. Ta-Ha: 72).

اِنَّاۤ  اٰمَنَّا  بِرَبِّنَا  لِيَـغْفِرَ  لَـنَا  خَطٰيٰنَا  وَمَاۤ  اَكْرَهْتَـنَا  عَلَيْهِ  مِنَ  السِّحْرِ   ۗ وَا للّٰهُ  خَيْرٌ  وَّاَبْقٰى

“Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).” (QS. Ta-Ha: 73).

Karena itu, mengingatkan aspek keimanan di awal ayat puasa ini, sebelum menyampaikan kewajiban, menjadi sesuatu yang sangat diperlukan dan sangat tepat sebagai pengondisian jiwa untuk bisa menerimanya dengan senang hati.

Demikian pula yang dilakukan Allah di ayat-ayat lainnya sebelum menyampaikan berbagai kewajiban.

Ini termasuk salah satu kemukjizatan al-Quran sekaligus menunjukkan kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari 37).

Menundukkan jiwa dengan iman menjadi cara paling efektif untuk mau menerima hukum-hukum dan syariat Allah dengan ridha, senang dan mantap.

Bila jiwa sudah tunduk mengikuti iman maka ia menjadi energi dan kekuatan untuk melaksanakan kewajiban tanpa merasa berat. Bahkan tidak mau ditukar dengan apa pun.[Sdz]

Tags: Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (1)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Green Day Ala SMP dan SMA Jakarta Islamic School

Next Post

Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (2)

Next Post
Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (2)

Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (2)

Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (3)

Agar Ibadah Puasa Tidak Terasa Berat (3)

Parenting in the West in Islamic Perspective (2)

Parenting in the West in Islamic Perspective (2)

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9003 shares
    Share 3601 Tweet 2251
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11647 shares
    Share 4659 Tweet 2912
  • Saudi Education Expo 2026 Buka Akses Pendidikan Tinggi Arab Saudi bagi Pelajar Indonesia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Menghafal Quran Saat Usia 40 Tahun Inilah Pengalaman Prof. DR. Ir. Kudang Boro Seminar, Msc.

    466 shares
    Share 186 Tweet 117
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4067 shares
    Share 1627 Tweet 1017
  • Saudi Education Expo 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung di Hari Pertama

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2392 shares
    Share 957 Tweet 598
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3514 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4717 shares
    Share 1887 Tweet 1179
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga