PERBEDAAN antara produk perawatan kulit wajah berbahan dasar minyak dan air serta pengaruhnya terhadap kulit wajah telah menjadi topik populer di forum kecantikan daring di media sosial.
Baik air maupun minyak berfungsi untuk mengantarkan bahan-bahan ke kulit, perbedaannya adalah yang pertama menghasilkan produk perawatan kulit yang ringan, yang terakhir lebih emolien.
Jika tidak diaplikasikan dengan benar, campuran tersebut dapat menyebabkan bercak pada kulit atau bahan-bahan yang belum diserap dengan baik.
Baca juga: Lima Cara Perawatan untuk Rambut Keriting agar Lebih Sehat
Perbedaan Perawatan Kulit Wajah Berbahan Dasar Minyak dan Air
Produk berbahan dasar air cenderung menghidrasi dan menembus dengan cepat, sementara produk berbahan dasar minyak mengunci kelembapan dan menutrisi kulit.
Memahami Basis Produk
Bahan dasar suatu produk pada dasarnya adalah bahan utama atau bahan-bahan yang menyusun sebagian besar produk. Bahan dasar tersebut bisa berupa saus atau kaldu dalam hidangan makanan,” kata Koestline.
Dalam perawatan kulit, bahan dasar tersebut adalah air, minyak, atau pelarut lain yang membantu menyalurkan bahan aktif secara efektif.
Pada produk berbahan dasar air, air atau bahan seperti aloe sering kali merupakan bahan yang paling pekat dalam produk tersebut. Pada produk berbahan dasar minyak, biasanya minyak seperti kelapa atau jojoba.
Produk Berbasis Minyak
Jika produk terasa kental atau berminyak di kulit, meninggalkan residu berminyak setelah diaplikasikan, atau mengandung minyak jojoba, argan, atau kelapa sebagai bahan pertama, kemungkinan besar produk tersebut berbahan dasar minyak.
Teksturnya juga akan lebih berat dan bertahan lebih lama di kulit. Perlu diingat bahwa ada produk yang berbahan dasar minyak yang mengandung air sebagai bahan kedua atau ketiga.
Produk berbahan dasar minyak akan direkomendasikan bagi mereka yang memiliki kulit kering atau dehidrasi yang membutuhkan perawatan ekstra untuk memenuhi kebutuhan kulit mereka.
Produk Berbasis Air
Produk berbahan dasar air biasanya mencantumkan air sebagai bahan pertama dan mengandung komponen berbahan dasar air lainnya, termasuk gliserin dan humektan seperti asam hialuronat. Produk ini biasanya ringan dan mudah diserap kulit tanpa meninggalkan rasa berminyak.
Produk ini dapat mengandung beberapa minyak yang tercantum di bagian bawah label, tetapi sebagian besar bahannya berasal dari air. Produk berbahan dasar air cocok untuk orang dengan kulit berminyak, kombinasi, dan rentan berjerawat.
Cara mudah untuk menguji apakah suatu produk berbahan dasar minyak atau air adalah dengan menaruh sesendok produk ke dalam cangkir berisi air. Jika mengapung, berarti produk tersebut berbahan dasar minyak. Jika mengendap, berarti produk tersebut berbahan dasar air.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mengapa Produk Diformulasikan Berbasis Minyak atau Air
Masing-masing memiliki manfaatnya sendiri. Formula berbahan dasar air sangat bagus untuk menghidrasi dan menyerap dengan cepat, sedangkan formula berbahan dasar minyak memberikan kelembapan yang tahan lama dan dapat menutrisi kulit secara mendalam.
Jenis formulasi bergantung pada efek yang diinginkan, hidrasi versus nutrisi atau kombinasi keduanya.
Memilih Produk yang Tepat yang Jenis Kulit
Jika kamu memiliki kulit berminyak atau rentan berjerawat, produk berbahan dasar air biasanya merupakan pilihan yang lebih baik karena ringan dan tidak akan menyumbat pori-pori.
Untuk kulit kering atau dewasa, produk berbahan dasar minyak bekerja lebih baik karena memberikan hidrasi yang mendalam dan mengunci kelembapan.
Kulit kombinasi dapat memperoleh manfaat dari penggunaan kedua jenis produk, hanya pada waktu yang berbeda atau melalui pelapisan.
Konsumen harus menggunakan klaim produsen pada kemasan sebagai panduan saat berbelanja untuk mengarahkan mereka ke produk yang tepat, misalnya, label akan menentukan apakah produk tersebut untuk kulit kering atau berminyak. [Din]