• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar dari Burung Kedasih

02/04/2024
in Nasihat
Belajar dari Burung Kedasih

Ilustrasi, foto: cerita.wanitabaik.com

382
SHARES
2.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BELAJAR dari burung kedasih yang culas, egois, dan rakus. Dan para pecinta burung paham betul kalau semua burung kedasih seperti itu.

Burung kedasih begitu terkenal di masyarakat perkampungan. Suaranya melengking ‘meneror’ seisi kampung. Mitos-mitos buruk pun dialamatkan ke burung kedasih.

Ada yang mengaitkan burung kedasih pertanda kematian. Ada yang menghubungkan dengan kehadiran jin dan setan. Dan sebagainya.

Burung kedasih memang bersuara nyaring. Menariknya, ia bersuara kapan saja: pagi, siang, sore, bahkan malam. Nah, ketika di saat malam itu warga kampung merasakan ‘horor’.

Bukan tentang suaranya saja yang menakutkan. Perilakunya pun buruk. Burung kedasih hidup sendiri. Bahkan dengan sesama kedasih pun tak pernah kumpul.

Kecuali, kedasih jantan dan betina ketika keduanya ingin kawin. Itu pun hanya sesaat saja. Setelah kawin, keduanya kembali ke habitat masing-masing.

Betina yang dibuahi pejantan tak ingin membuat sarang. Dan memang, tak satu pun burung kedasih yang membuat sarang untuk anak-anaknya.

Si betina hanya perlu mencari sarang burung lain. Di saat indukan pemilik sarang itu lengah, kedasih betina bertelur di sarang itu. Jika jumlah telur yang sudah ada misalnya empat, si kedasih membuang satu telur untuk diganti dengan satu telurnya.

Setelah bertelur dan membuang telur tuan rumah, kedasih betina ‘kabur’ begitu saja. Ia tak pernah peduli nasib anaknya.

Kehidupan pun berlanjut untuk calon bayi kedasih di sarang ‘orang’ lain. Setelah menetas, anak burung kedasih menunjukkan perilaku jahat.

Ia begitu rakus. Semua jatah ia ambil alih.  Sepertinya tak ada kata cukup untuk si bayi kedasih.

Bukan itu saja, bayi kedasih secara alami mendorong benda apa pun di dekatnya hingga keluar sarang. Termasuk yang didorong itu telur-telur atau bayi-bayi ‘tuan rumah’. Sehingga, dia sendiri yang akhirnya tinggal di sarang.

Induk burung  tuan rumah yang tak paham dengan kedasih akan rugi dua kali. Rugi karena anak-anak kandungnya dilempar keluar. Dan, rugi karena capek-capek membesarkan bayi burung yang bukan anaknya. Rakus, lagi.

Ketika anak burung kedasih besar, ia akan terbang begitu saja. Ia meninggalkan sarang dan orang tua angkatnya tanpa beban. Begitu seterusnya.

**

Allah memperlihatkan hikmah penciptaannya di alam untuk menjadi pelajaran. Burung kedasih adalah contoh buruk untuk disimak.

Bahwa, hidup bukan sekadar tentang diri sendiri. Hidup juga tak boleh ditempuh dengan menghalalkan segala cara.

Hidup adalah tentang saling memberikan maslahat untuk diri dan sekitar. Semangat untuk saling menguntungkan, bukan merugikan. Dari situlah keberkahan hidup akan terus dirasakan. [Mh]

 

Tags: Belajar dari Burung Kedasih
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kultum Ramadan Hari Kedua Puluh Tiga, Menyempurnakan Puasa dengan Zakat Fitrah

Next Post

Tutup Safari Ramadhan, BAZNAS dan MUI Kumpulkan Rp5,2 Miliar Infak Kemanusiaan Palestina

Next Post
Tutup Safari Ramadhan, BAZNAS dan MUI Kumpulkan Rp5,2 Miliar Infak Kemanusiaan Palestina

Tutup Safari Ramadhan, BAZNAS dan MUI Kumpulkan Rp5,2 Miliar Infak Kemanusiaan Palestina

Aku Dekat Engkau Lebih Dekat

Aku Dekat Engkau Lebih Dekat

79 Ribu Jiwa Telah Terbebas Buta Aksara Al-Quran Berkat Zakat

79 Ribu Jiwa Telah Terbebas Buta Aksara Al-Quran Berkat Zakat

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9576 shares
    Share 3830 Tweet 2394
  • Baterai HP Lebih Tahan Lama dengan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1383 shares
    Share 553 Tweet 346
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2533 shares
    Share 1013 Tweet 633
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    299 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11859 shares
    Share 4744 Tweet 2965
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Ini Manfaat Kurma Ajwa untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga