• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar dari Burung Kedasih

02/04/2024
in Nasihat
Belajar dari Burung Kedasih

Ilustrasi, foto: cerita.wanitabaik.com

349
SHARES
2.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BELAJAR dari burung kedasih yang culas, egois, dan rakus. Dan para pecinta burung paham betul kalau semua burung kedasih seperti itu.

Burung kedasih begitu terkenal di masyarakat perkampungan. Suaranya melengking ‘meneror’ seisi kampung. Mitos-mitos buruk pun dialamatkan ke burung kedasih.

Ada yang mengaitkan burung kedasih pertanda kematian. Ada yang menghubungkan dengan kehadiran jin dan setan. Dan sebagainya.

Burung kedasih memang bersuara nyaring. Menariknya, ia bersuara kapan saja: pagi, siang, sore, bahkan malam. Nah, ketika di saat malam itu warga kampung merasakan ‘horor’.

Bukan tentang suaranya saja yang menakutkan. Perilakunya pun buruk. Burung kedasih hidup sendiri. Bahkan dengan sesama kedasih pun tak pernah kumpul.

Kecuali, kedasih jantan dan betina ketika keduanya ingin kawin. Itu pun hanya sesaat saja. Setelah kawin, keduanya kembali ke habitat masing-masing.

Betina yang dibuahi pejantan tak ingin membuat sarang. Dan memang, tak satu pun burung kedasih yang membuat sarang untuk anak-anaknya.

Si betina hanya perlu mencari sarang burung lain. Di saat indukan pemilik sarang itu lengah, kedasih betina bertelur di sarang itu. Jika jumlah telur yang sudah ada misalnya empat, si kedasih membuang satu telur untuk diganti dengan satu telurnya.

Setelah bertelur dan membuang telur tuan rumah, kedasih betina ‘kabur’ begitu saja. Ia tak pernah peduli nasib anaknya.

Kehidupan pun berlanjut untuk calon bayi kedasih di sarang ‘orang’ lain. Setelah menetas, anak burung kedasih menunjukkan perilaku jahat.

Ia begitu rakus. Semua jatah ia ambil alih.  Sepertinya tak ada kata cukup untuk si bayi kedasih.

Bukan itu saja, bayi kedasih secara alami mendorong benda apa pun di dekatnya hingga keluar sarang. Termasuk yang didorong itu telur-telur atau bayi-bayi ‘tuan rumah’. Sehingga, dia sendiri yang akhirnya tinggal di sarang.

Induk burung  tuan rumah yang tak paham dengan kedasih akan rugi dua kali. Rugi karena anak-anak kandungnya dilempar keluar. Dan, rugi karena capek-capek membesarkan bayi burung yang bukan anaknya. Rakus, lagi.

Ketika anak burung kedasih besar, ia akan terbang begitu saja. Ia meninggalkan sarang dan orang tua angkatnya tanpa beban. Begitu seterusnya.

**

Allah memperlihatkan hikmah penciptaannya di alam untuk menjadi pelajaran. Burung kedasih adalah contoh buruk untuk disimak.

Bahwa, hidup bukan sekadar tentang diri sendiri. Hidup juga tak boleh ditempuh dengan menghalalkan segala cara.

Hidup adalah tentang saling memberikan maslahat untuk diri dan sekitar. Semangat untuk saling menguntungkan, bukan merugikan. Dari situlah keberkahan hidup akan terus dirasakan. [Mh]

 

Tags: Belajar dari Burung Kedasih
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kultum Ramadan Hari Kedua Puluh Tiga, Menyempurnakan Puasa dengan Zakat Fitrah

Next Post

Tutup Safari Ramadhan, BAZNAS dan MUI Kumpulkan Rp5,2 Miliar Infak Kemanusiaan Palestina

Next Post
Tutup Safari Ramadhan, BAZNAS dan MUI Kumpulkan Rp5,2 Miliar Infak Kemanusiaan Palestina

Tutup Safari Ramadhan, BAZNAS dan MUI Kumpulkan Rp5,2 Miliar Infak Kemanusiaan Palestina

Aku Dekat Engkau Lebih Dekat

Aku Dekat Engkau Lebih Dekat

79 Ribu Jiwa Telah Terbebas Buta Aksara Al-Quran Berkat Zakat

79 Ribu Jiwa Telah Terbebas Buta Aksara Al-Quran Berkat Zakat

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8241 shares
    Share 3296 Tweet 2060
  • Menghina Allah dalam Hati

    455 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11267 shares
    Share 4507 Tweet 2817
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4226 shares
    Share 1690 Tweet 1057
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3302 shares
    Share 1321 Tweet 826
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga