• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Vivi Zubedi Sempat Menangis Mengisahkan Para Pengrajin Kain Sasirangan dan Pagatan

01/02/2018
in Berita
75
SHARES
574
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – “Para pengrajin masih sangat minim kesejahteraannya.” Begitulah kalimat yang diucapkan Vivi Zubedi ketika pertama melihat langsung para pengrajin kain Sasirangan dan Pagatan. Air mata Vivi menetes mengingat kembali kisah perjalanannya berbagi dengan para pengrajin di pelosok Kalimantan Selatan tersebut pada acara konferensi pers bersama HijUp (31/01) di Khung Cafe Plaza Indonesia, Jakarta.

Diberi kesempatan sebagai satu-satunya modest fashion desainer tanah air yang diundang ke New York Fashion Week The Shows pada 11 Februari 2018 mendatang, menuntun Vivi untuk memberikan yang terbaik. Untuk itu, Vivi memilih menggunakan bahan dengan kain sasirangan dan pagatan yang masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Meskipun pada banyak fashion week sebelumnya, Vivi biasa menggunakan kain tradisional tetapi yang sudah banyak dikenal masyarakat.

“Kain sasirangan belum banyak yang tau karena dapat kesempatan sebagai satu-satunya yang diundang saya ingin mengangkay kain yang belum banyak yang tau,” ucap desainer yang terkenal dengan koleksi Abaya ini.

Berawal dari keinginan tersebut, Vivi melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah Kalimantan Selatan untuk menanyakan kain sasirangan yang ternyata ada kain unik lainnya yaitu tenun pagatan. Saat ini kain sasirangan dan pagatan hanya digunakan secara lokal seperti untuk seragam pegawai pemerintah daerah dan belum banyak tereksplor. Menurut penuturan Vivi jika baju dari kain tradisional ini tereksplor bisa bernilai jutaan tapi bagaimana para pengrajin belum sejahtera.

“Mungkin Allah ingin saya juga melakukan sesuatu untuk mengembangkan mereka. Padahal kalau bajunya bisa dijual berjuta-juta tapi bagaimana mereka bisa ikut juga sejahtera,” kata Vivi.

Kemudian Vivi bersama pemerintah daerah berinisiatif untuk melakukan seminar dengan mendatangkan para pengrajin kain tradisional. Dalam seminar tersebut Vivi berbagi teknik agar para pengrajin bisa lebih banyak memproduksi kain sehingga kesejahteraan mereka bisa meningkat dan bisa dijual dalam skala internasional.

“Saya tanya juga ke pemerintah daerahnya apa yang bisa saya lakukan dan ke pengrajinnya juga. Akhirnya dapat kesempatan untuk seminar dan berbagi teknik agar hasilnya bisa lebih bisa dijual secara internasional.”

Vivi mengaku masih bolak-balik ke lokasi pengrajin dalam rangka memberdayakan para pengrajin tersebut. Vivi bertekad membnatu mensejahterakan kehidupan mereka agar lebih layak karena melihat banyak nilai unik dalam kain sasirangan dan pagatan tersebut. Sejauh ini para pengrajin hanya dibayar untuk per lembar kain Rp 1000 sedangkan untuk jelujur per lembar Rp 500 dan dalam sehari pengrajin hanya mampu membuat 30-40 lembar. (Wnd)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cimory Riverside, Destinasi Wisata Keluarga di Bogor

Next Post

Koleksi Vivi Zubedi bersama HijUp di New York Fashion Week The Shows

Next Post

Koleksi Vivi Zubedi bersama HijUp di New York Fashion Week The Shows

HijUp Hadirkan Koleksi Eksklusif Vivi Zubedi

Ketua Umum Dewan Dakwah Kecam Pernyatan Kapolri

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Islam Mengajarkan Mandiri, Bukan Mengemis

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7795 shares
    Share 3118 Tweet 1949
  • Kafe Sastra Balai Pustaka, Tempat Artis Nongkrong untuk Membaca

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Pemuda Muhammadiyah DKI Tawarkan Kolaborasi Konkret untuk Jakarta Berkeadilan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Salimah Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor kepada Lansia di Langsa

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3341 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Bercermin dengan Pemandangan Gunung dan Bunga

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11095 shares
    Share 4438 Tweet 2774
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga