• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad

02/05/2023
in Figur, Unggulan
Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad

Foto: instagram @ufsofficial

81
SHARES
625
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BEBERAPA pihak belum memahami bagaimana posisi ijtihad di dalam khazanah Islam serta bagaimana sikap menghadapi perbedaan ijtihad, utamanya terkait penetapan satu Syawal 1444 H, sehingga tak sedikit yang melemparkan tudingan negatif pada siapa saja yang menyelisihi ijtihad yang di ambil oleh pihak lain.

Salah satunya yang sempat ramai di jagat media sosial terkait ujaran kebencian yang dilontarkan oleh Thomas Djamaluddin terkait ijtihad Muhamadiyah tentang penetapan Idul Fitri 1444 Hijriah/2023. Ia menuding bahwa Muhamadiyah bersikap tidak taat pada keputusan pemerintah.

Terkait hal tersebut, Ustaz Fahmi Salim, seorang Dai, Penulis dan Founder Al-Fahmu Institute, Pusat Dakwah Qur’an Jakarta, dalam akun instagramnya @ufsofficial memberikan beberapa catatan: 

Baca Juga: Ustaz Fahmi: Bencana Alam Bentuk Kasih Sayang Allah Swt

Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad

1. Sikap Muhammadiyah dalam mempertahankan hasil ijtihadnya bukanlah ego organisasi, melainkan totalitas dan loyalitas menegakkan sebuah fatwa yang solid secara syar’i dan sains.

 2. Kesatuan dan persatuan umat tidak bisa diwujudkan dengan cara pemaksaan kehendak dan sikap otoriter, apalagi dibalut arogansi kekuasaan.

3. Term yang digunakan beliau adalah tidak taat kepada pemerintah dan metode hisab yang sudah usang.

Nampaknya beliau perlu belajar lagi tentang konsep ulil amri dan relevansinya dengan sistem ketatanegaraan RI, dan fakta bahwa metode rukyat adalah sarana dalam menentukan waktu ibadah yang bersifat ijtihadiyah.

Sarana itu terbatas di jamannya dan akan selalu berkembang seiring kemajuan iptek.

4. KH. Ahmad Dahlan saat meluruskan arah kiblat agar tepat sesuai arah ka’bah satu abad lalu dan beragam ijtihad dan tajdid faham agama lainnya bukanlah untuk memecah belah umat. Konsistensi ijtihad pada akhirnya melahirkan etos pencerahan umat.

Dan kini ijtihad itu diterima menjadi konsensus umat dalam meluruskan arah kiblat sholat.

5. Semua pihak harus menghormati hasil ijtihad yang berbeda selama dalam persoalan yang menjadi wilayah ijtihad ulama dan bukan masuk ranah pokok akidah, ibadah dan syariah yang konstan dan solid sebagai ciri Islam sebagai agama wahyu yang otentik dan final.

Ruang wilayah ijtihadi apalagi terkait fenomena alam seperti hilal mesti memperhatikan kaidah ilmiah sains selain kaidah ijtihad yang sudah baku.

6. Perbedaan hasil ijtihad adalah kekayaan khazanah intelektual umat Islam yang patut disyukuri, bukan untuk diratapi atau disesali.

Sebab itulah berlaku kaidah suatu ijtihad yang sah tidak boleh dibatalkan oleh ijtihad lainnya dan jika seorang mujtahid benar maka ia mendapat dua pahala dan jika keliru maka ia mendapat satu pahala.

Penyelesaian ikhtilaf dalam masalah ijtihadi dikembalikan kepada sikap toleransi otentik dan rendah hati untuk menghargai dan menerima perbedaan itu dengan lapang dada, bukan dengan menuding pihak lain tidak mau diselesaikan (baca: diseragamkan) dan ingin dilestarikan.

7. Berapa banyak hasil ijtihad Khalifah Umar bin Khattab yang akhirnya menjadi kaidah beragama dan kebijakan Khalifah Usman bin Affan menyatukan mushaf Quran yang awalnya ditentang karena dianggap baru dan tak pernah ada di zaman Rasulullah hidup akhirnya menjadi ijma ulama dan umat Islam.

Jangan kuatir dan takut berlebihan menyikapi hasil ijtihad suatu generasi. Karena itu tidak akan mengubah dan merusak pondasi-pondasi utama bangunan Islam, namun justru semakin mempercantik dan memperindah Islam dari waktu ke waktu dengan kekokohan dan kekenyalan/elastisitas yang sesuai dengan perkembangan sains dan iptek.

Wallahu a’lam

Tags: Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hari Pendidikan Nasional, Mengingat kembali Tiga Semboyan Ki Hadjar Dewantara

Next Post

Wanita yang Mendapat Salam dari Rabbnya

Next Post
Agar Ibu Rumah Tangga Terhindari Tindak Pidana

Wanita yang Mendapat Salam dari Rabbnya

Rumah Tanpa Ayah

Positive Vibes

Hari Pendidikan Nasional 2023, Mendikbud Ajak Teruskan Semangat Merdeka Belajar

Hari Pendidikan Nasional 2023, Mendikbud Ajak Teruskan Semangat Merdeka Belajar

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8852 shares
    Share 3541 Tweet 2213
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1078 shares
    Share 431 Tweet 270
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11568 shares
    Share 4627 Tweet 2892
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3986 shares
    Share 1594 Tweet 997
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3456 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2265 shares
    Share 906 Tweet 566
  • RS Permata Jonggol Hadirkan BQS, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Cinta Al-Qur’an

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga