• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 3 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad

02/05/2023
in Figur, Unggulan
Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad

Foto: instagram @ufsofficial

80
SHARES
612
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BEBERAPA pihak belum memahami bagaimana posisi ijtihad di dalam khazanah Islam serta bagaimana sikap menghadapi perbedaan ijtihad, utamanya terkait penetapan satu Syawal 1444 H, sehingga tak sedikit yang melemparkan tudingan negatif pada siapa saja yang menyelisihi ijtihad yang di ambil oleh pihak lain.

Salah satunya yang sempat ramai di jagat media sosial terkait ujaran kebencian yang dilontarkan oleh Thomas Djamaluddin terkait ijtihad Muhamadiyah tentang penetapan Idul Fitri 1444 Hijriah/2023. Ia menuding bahwa Muhamadiyah bersikap tidak taat pada keputusan pemerintah.

Terkait hal tersebut, Ustaz Fahmi Salim, seorang Dai, Penulis dan Founder Al-Fahmu Institute, Pusat Dakwah Qur’an Jakarta, dalam akun instagramnya @ufsofficial memberikan beberapa catatan: 

Baca Juga: Ustaz Fahmi: Bencana Alam Bentuk Kasih Sayang Allah Swt

Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad

1. Sikap Muhammadiyah dalam mempertahankan hasil ijtihadnya bukanlah ego organisasi, melainkan totalitas dan loyalitas menegakkan sebuah fatwa yang solid secara syar’i dan sains.

 2. Kesatuan dan persatuan umat tidak bisa diwujudkan dengan cara pemaksaan kehendak dan sikap otoriter, apalagi dibalut arogansi kekuasaan.

3. Term yang digunakan beliau adalah tidak taat kepada pemerintah dan metode hisab yang sudah usang.

Nampaknya beliau perlu belajar lagi tentang konsep ulil amri dan relevansinya dengan sistem ketatanegaraan RI, dan fakta bahwa metode rukyat adalah sarana dalam menentukan waktu ibadah yang bersifat ijtihadiyah.

Sarana itu terbatas di jamannya dan akan selalu berkembang seiring kemajuan iptek.

4. KH. Ahmad Dahlan saat meluruskan arah kiblat agar tepat sesuai arah ka’bah satu abad lalu dan beragam ijtihad dan tajdid faham agama lainnya bukanlah untuk memecah belah umat. Konsistensi ijtihad pada akhirnya melahirkan etos pencerahan umat.

Dan kini ijtihad itu diterima menjadi konsensus umat dalam meluruskan arah kiblat sholat.

5. Semua pihak harus menghormati hasil ijtihad yang berbeda selama dalam persoalan yang menjadi wilayah ijtihad ulama dan bukan masuk ranah pokok akidah, ibadah dan syariah yang konstan dan solid sebagai ciri Islam sebagai agama wahyu yang otentik dan final.

Ruang wilayah ijtihadi apalagi terkait fenomena alam seperti hilal mesti memperhatikan kaidah ilmiah sains selain kaidah ijtihad yang sudah baku.

6. Perbedaan hasil ijtihad adalah kekayaan khazanah intelektual umat Islam yang patut disyukuri, bukan untuk diratapi atau disesali.

Sebab itulah berlaku kaidah suatu ijtihad yang sah tidak boleh dibatalkan oleh ijtihad lainnya dan jika seorang mujtahid benar maka ia mendapat dua pahala dan jika keliru maka ia mendapat satu pahala.

Penyelesaian ikhtilaf dalam masalah ijtihadi dikembalikan kepada sikap toleransi otentik dan rendah hati untuk menghargai dan menerima perbedaan itu dengan lapang dada, bukan dengan menuding pihak lain tidak mau diselesaikan (baca: diseragamkan) dan ingin dilestarikan.

7. Berapa banyak hasil ijtihad Khalifah Umar bin Khattab yang akhirnya menjadi kaidah beragama dan kebijakan Khalifah Usman bin Affan menyatukan mushaf Quran yang awalnya ditentang karena dianggap baru dan tak pernah ada di zaman Rasulullah hidup akhirnya menjadi ijma ulama dan umat Islam.

Jangan kuatir dan takut berlebihan menyikapi hasil ijtihad suatu generasi. Karena itu tidak akan mengubah dan merusak pondasi-pondasi utama bangunan Islam, namun justru semakin mempercantik dan memperindah Islam dari waktu ke waktu dengan kekokohan dan kekenyalan/elastisitas yang sesuai dengan perkembangan sains dan iptek.

Wallahu a’lam

Tags: Catatan Ustaz Fahmi Salim Terkait Sikap Menghadapi Perbedaan Ijtihad
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hari Pendidikan Nasional, Mengingat kembali Tiga Semboyan Ki Hadjar Dewantara

Next Post

Wanita yang Mendapat Salam dari Rabbnya

Next Post
Agar Ibu Rumah Tangga Terhindari Tindak Pidana

Wanita yang Mendapat Salam dari Rabbnya

Rumah Tanpa Ayah

Positive Vibes

Hari Pendidikan Nasional 2023, Mendikbud Ajak Teruskan Semangat Merdeka Belajar

Hari Pendidikan Nasional 2023, Mendikbud Ajak Teruskan Semangat Merdeka Belajar

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1809 shares
    Share 724 Tweet 452
  • SD Jakarta Islamic School JISc Satu-satunya Sekolah Islam di Jakarta Timur yang Ditunjuk sebagai Sekolah Model AI

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kemenag Ajak Umat Islam Laksanakan Shalat Khusuf saat Gerhana Bulan Total

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Makna Bendera Merah ‘Jamkaran’ Iran

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Salimah Kudus Gelar Seminar Silaturahmi Pecinta Al-Qur’an ke-9 dan Wisuda Tahfidz Baitul Qur’an Salimah ke-4

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Pemerintah Imbau Calon Jemaah Umroh Tunda Keberangkatannya ke Tanah Suci

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Berikut Daftar Minyak Goreng Bebas Afiliasi, Jangan Sampai Salah Pilih

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga