• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 18 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

10 Penyebab Stres dan Munculnya Post-Traumatic Stress Reaction

02/01/2026
in Healthy, Unggulan
Kenapa Saat Marah Kita Tidak Bisa Berpikir Rasional

(foto: Freepik)

108
SHARES
832
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAHABAT Muslim, penyebab stres banyak faktornya, tapi masalahnya, stres yang tidak tertangani dengan tepat akan memunculkan Post-Traumatic Stress Reaction (PTSR).

Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan menjelaskan, trauma yang berpanjangan dialami seseorang dapat mengakibatkan beberapa reaksi pada penderitanya.

Di antaranya adalah Post-Traumatic Stress Reaction (PTSR), dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Pertama, Post-Traumatic Stress Reaction (PTSR) atau reaksi stres pasca peristiwa traumatik

Secara umum stres disebabkan oleh beberapa kejadian. Untuk anak-anak dan remaja, secara umum, stres disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

(1) kematian orang yang disayangi,

(2) luka fisik atau cacat,

(3) berpikir akan terjadi (terulang kembali) suatu bencana atau krisis,

(4) orang yang disayangi terluka atau cacat fisik,

(5) kehilangan mainan/benda kesukaan,

(6) pertengkaran orang tua,

(7) kemiskinan,

(8) ujian sekolah yang sulit,

(9) hukuman fisik dari guru, dan

(10) jauh dari rumah.

Baca Juga: Kenali Tanda Anak Mengalami Stres

10 Penyebab Stres dan Munculnya Post-Traumatic Stress Reaction

Selain itu, juga dikenal reaksi stres dan intervensi berdasarkan tingkat usia terhadap fisik, mental, emosional, dan perilaku seseorang.

Pertama, reaksi pada fisik, berupa gangguan yang dialami fungsi tubuh, seperti mati rasa (lumpuh, tidak dapat merasakan sensasi sakit), sulit tidur, gangguan pernapasan, jantung berdebar, kencing di tempat tidur.

Kedua, reaksi pada mental, yaitu gangguan yang terjadi pada proses berpikir.

Di antara tandanya adalah mimpi berulang tentang kejadian traumatik yang dialami, selalu teringat akan kejadian tersebut, kehilangan minat terhadap aktivitas keseharian, tidak percaya diri, dan merasa tidak berdaya.

Ketiga, reaksi pada emosional, yaitu gangguan pada perasaan, seperti cemas, takut, gugup, marah dan merasa bersalah, merasakan kembali ketakutan setelah beberapa waktu berlalu,

kesepian bahkan ketika sedang bersama-sama orang lain, kehilangan emosi, terutama emosi positif seperti cinta dan bahagia.

Keempat, reaksi pada perilaku, berupa mengelak dari situasi yang dapat mengingatkan pada kejadian, dan dapat menghidupkan lagi peristiwa traumatik tersebut,

dengan marah dan agresif, perubahan perilaku yang drastis dan kadang-kadang bertahan lama.

Ada dua tahapan usia yang paling rentan terjadi trauma, yaitu:

(1) usia kanak-kanak berisiko tinggi terhadap kemungkinan munculnya gejala trauma,

(2) pada usia remaja, kerentanan yang ditimbulkan jauh lebih tinggi dibandingkan kanak-kanak.

Tedeschi, Park & Calhoun menyatakan, faktor-faktor yang memunculkan reaksi terhadap peristiwa trauma, adalah:

a. umur, di mana umur yang lebih muda bereaksi lebih signifikan dibanding yang tua

b. lamanya waktu persiapan yang dimiliki sebelum peristiwa terjadi –misalnya beberapa hari sebelum terjadi badai sudah ada peringatan, sedangkan gempa bumi tidak ada peringatan

c. jumlah kerusakan yang terjadi pada seseorang (secara fisik, emosional, dan spritual) atau barang-barang

d. jumlah kematian dan kerusakan yang menyebabkan seseorang merasa bertanggung jawab atasnya atau merasa tidak dapat mencegah peristiwa itu terjadi.[ind]

(bersambung)

Sumber:

1. Jayne Leonard, What is Trauma? What to Know, https://www.medicalnewstoday. com, 3 Juni 2020

2. Kusmawati Hatta, Trauma dan Pemulihannya, Dakwah Ar-Raniry Press, Aceh, 2016

3. Mary Beth Williams & Soili Poijula, The PTSD Workbook: Simple, Effective Techniques for Overcoming Traumatic Stress Symptoms, New Harbinger Publications, 2002

Tags: 10 Penyebab Stres dan Munculnya Post-Traumatic Stress Reactionpost-traumatic stress reaction
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ratusan Ribu Warga Istanbul Gelar Aksi Solidaritas Palestina di Hari Tahun Baru

Next Post

Mamdani Dilantik dengan ‘Saksi’ Al-Qur’an

Next Post
Mamdani Dilantik dengan ‘Saksi’ Al-Qur’an

Mamdani Dilantik dengan ‘Saksi’ Al-Qur’an

Ratusan Warga di Swedia Gelar Aksi Solidaritas Palestina pada Malam Tahun Baru

Ratusan Warga di Swedia Gelar Aksi Solidaritas Palestina pada Malam Tahun Baru

Cara Komunikasi Efektif dengan Anak Perempuan dan Laki-laki

Dua Kegiatan untuk Meningkatkan Kreativitas Anak

  • Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Beberapa Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • LPDP Tawarkan 4 Beasiswa S3 di Luar Negeri dengan Skema Co-Funding

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8673 shares
    Share 3469 Tweet 2168
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11466 shares
    Share 4586 Tweet 2867
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4438 shares
    Share 1775 Tweet 1110
  • Bermain Dadu dalam Hadis Nabi, Fiqih Salaf, dan Madzhab

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    964 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2459 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3904 shares
    Share 1562 Tweet 976
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga