• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 1 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Self Identity Lebih Penting dari Kartu Identitas

17/04/2025
in Khazanah, Unggulan
Sebanyak 9,48 Juta Warga Kelas Menengah Turun Kelas

(foto: pixabay)

90
SHARES
691
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SELF IDENTITY lebih penting dari kartu identitas. Suatu hari, Ustaz Arafat menceritakan dirinya dan istri yang sedang makan di sebuah pusat jajanan. Sejurus kemudian, masuklah lelaki dengan gitar di tangannya.

“Bapak dan ibu sekalian izinkan saya mengamen untuk mencari makan. Daripada saya mencuri atau merampok, lebih baik saya mengamen!” Lantas dia mulai bernyanyi dengan suara yang fals.

Konsentrasi saya teralihkan dengan ucapan lelaki tersebut. Apa yang ia utarakan itu disebut sebagai self identity, yaitu persepsi atau pandangan seseorang tentang dirinya sendiri.

Tanpa disadari, sebetulnya dia telah menyematkan identitas kepada diri sendiri.

Bahwa dia tidak akan sanggup untuk mencari rezeki dengan jalan yang normal, seperti bekerja kepada orang lain, berjualan, menawarkan jasa, dan sebagainya.

Satu-satunya yang “normal” baginya hanya mengamen. Inilah identitas dirinya.

Bahwa dia sebenarnya punya cukup nyali untuk terjerumus menjadi pencuri atau perampok, jika saja orang-orang sudah tak mau memberikan uang saat dia mengamen.

Mungkin kalimat ini terdengar mengandung ancaman. Bagaimanapun juga, itulah identitas dirinya.

Jika sudah demikian, sampai kapanpun orang seperti ini tak mungkin bisa bekerja. Seringan apapun pekerjaannya, ia tetap tak sanggup karena memang demikianlah penilaiannya terhadap diri sendiri.

Oleh karena itu, hati-hati dengan self identity.

Baca Juga: Perjuangan Mempertahankan Identitas Muslim bagi Keturunan Afrika di Amerika

Self Identity Lebih Penting dari Kartu Identitas

Tak hanya terjadi pada pengamen, banyak orang yang menilai diri sendiri terlalu rendah hingga akhirnya identitas dirinya benar-benar menjadi kenyataan.

Pernahkah kita mendengar orang yang mengeluh seperti ini;

“Saya ini hanya orang kampung! Enggak ngerti apa-apa.”

“Saya gaptek, jadi enggak berbakat jualan online.”

“Saya datang dari keluarga miskin, jadi tidak mungkin jadi orang sukses.”

Sebetulnya semua bermula dari cara mereka memandang dirinya.

Itulah sebabnya Al-Quran telah memperingatkan agar jangan melemahkan diri sendiri sebagaimana tersebut dalam awal ayat 139 Surat Ali Imran,

وَلَا تَهِنُوا۟

“Janganlah kalian merasa lemah.”

Begitu pula pelajaran berupa kisah dari Surat Al-Qashas ayat 22 ketika Nabi Musa yang berasal dari Mesir pergi ke sebuah negeri yang baru baginya bernama Madyan.

Apa yang terucap dari lisan Nabi yang mulia tersebut?

وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَآءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّىٓ أَن يَهْدِيَنِى سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

Dan tatkala ia menghadap ke jurusan negeri Madyan ia berdoa (lagi), “Mudah-mudahan Tuhanku membimbingku ke jalan yang benar.”

Perhatikan bahwa Nabi Musa memiliki self identity yang bagus sekali bahwa beliau adalah seorang pembelajar, sehingga siap menerima bimbingan dari Tuhan.

Bahwa beliau tak mau terjerumus dalam perbuatan tercela, sehingga yang terpikir dalam hatinya hanya jalan yang benar.

Pada kasus-kasus yang kita sebutkan sebelumnya di atas, pasti akan lebih bernilai jika kita memberi identitas pada diri sendiri sebagai pribadi yang siap bertumbuh, pembelajar, dan berhak untuk sukses.

Mulai dari apa yang kita katakan.

“Memang saya orang kampung! Justru itu rasa keingintahuan saya besar dan membuat saya tak akan berhenti mencari tahu tentang apapun.”

“Saya gaptek, sehingga saya semangat belajar lebih cepat dibandingkan orang lain untuk mengejar kegaptekan saya.”

“Saya datang dari keluarga miskin, jadi seharusnya jatah miskin saya sudah habis. Tinggal jatahnya untuk berusaha dan raih kesuksesan.”

Setelah selesai makan, saya dan istri meninggalkan tempat tersebut. Dalam hati saya bertanya-tanya, identitas seperti apa yang akan selalu saya labelkan pada diri sendiri?

Saya harus hati-hati, karena semua ini bermula dari identitas dan berakhir menjadi kenyataan.[ind]

Sumber: https://t.me/semangatsubuh

 

Tags: Self Identity Bukan Sekadar Kartu Identitas
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Doktor ITS Kembangkan Model Prediksi Perilaku Pejalan Kaki

Next Post

ParagonCorp Mendukung Fasilitas Water Station di Tujuh Halte Strategis TransJakarta

Next Post
ParagonCorp Mendukung Fasilitas Water Station di Tujuh Halte Strategis TransJakarta

ParagonCorp Mendukung Fasilitas Water Station di Tujuh Halte Strategis TransJakarta

Perjalanan Haji pada Masa Lalu

Perjalanan Haji pada Masa Lalu

Tantangan yang Dihadapi Komisi Penyandang Disabilitas dalam Memberi Layanan Haji

Tantangan yang Dihadapi Komisi Penyandang Disabilitas dalam Memberi Layanan Haji

  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    388 shares
    Share 155 Tweet 97
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9441 shares
    Share 3776 Tweet 2360
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11803 shares
    Share 4721 Tweet 2951
  • ParagonCorp Ajak Founder Brand Kecantikan Lokal Wujudkan Industri Beauty yang Berkelanjutan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mama Dedeh Ajak Keluarga Saling Menguatkan dalam Kajian di Masjid At-Taqwa

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2435 shares
    Share 974 Tweet 609
  • Industri Kecantikan dan Tantangan Keberlanjutan, ParagonCorp Dorong Perubahan dari Hulu

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4838 shares
    Share 1935 Tweet 1210
  • Makna Pernikahan dalam Kajian Keluarga Dibahas dalam Kajian bersama Mama Dedeh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1322 shares
    Share 529 Tweet 331
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga