• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 10 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Self Identity Lebih Penting dari Kartu Identitas

17/04/2025
in Khazanah, Unggulan
Sebanyak 9,48 Juta Warga Kelas Menengah Turun Kelas

(foto: pixabay)

89
SHARES
685
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SELF IDENTITY lebih penting dari kartu identitas. Suatu hari, Ustaz Arafat menceritakan dirinya dan istri yang sedang makan di sebuah pusat jajanan. Sejurus kemudian, masuklah lelaki dengan gitar di tangannya.

“Bapak dan ibu sekalian izinkan saya mengamen untuk mencari makan. Daripada saya mencuri atau merampok, lebih baik saya mengamen!” Lantas dia mulai bernyanyi dengan suara yang fals.

Konsentrasi saya teralihkan dengan ucapan lelaki tersebut. Apa yang ia utarakan itu disebut sebagai self identity, yaitu persepsi atau pandangan seseorang tentang dirinya sendiri.

Tanpa disadari, sebetulnya dia telah menyematkan identitas kepada diri sendiri.

Bahwa dia tidak akan sanggup untuk mencari rezeki dengan jalan yang normal, seperti bekerja kepada orang lain, berjualan, menawarkan jasa, dan sebagainya.

Satu-satunya yang “normal” baginya hanya mengamen. Inilah identitas dirinya.

Bahwa dia sebenarnya punya cukup nyali untuk terjerumus menjadi pencuri atau perampok, jika saja orang-orang sudah tak mau memberikan uang saat dia mengamen.

Mungkin kalimat ini terdengar mengandung ancaman. Bagaimanapun juga, itulah identitas dirinya.

Jika sudah demikian, sampai kapanpun orang seperti ini tak mungkin bisa bekerja. Seringan apapun pekerjaannya, ia tetap tak sanggup karena memang demikianlah penilaiannya terhadap diri sendiri.

Oleh karena itu, hati-hati dengan self identity.

Baca Juga: Perjuangan Mempertahankan Identitas Muslim bagi Keturunan Afrika di Amerika

Self Identity Lebih Penting dari Kartu Identitas

Tak hanya terjadi pada pengamen, banyak orang yang menilai diri sendiri terlalu rendah hingga akhirnya identitas dirinya benar-benar menjadi kenyataan.

Pernahkah kita mendengar orang yang mengeluh seperti ini;

“Saya ini hanya orang kampung! Enggak ngerti apa-apa.”

“Saya gaptek, jadi enggak berbakat jualan online.”

“Saya datang dari keluarga miskin, jadi tidak mungkin jadi orang sukses.”

Sebetulnya semua bermula dari cara mereka memandang dirinya.

Itulah sebabnya Al-Quran telah memperingatkan agar jangan melemahkan diri sendiri sebagaimana tersebut dalam awal ayat 139 Surat Ali Imran,

وَلَا تَهِنُوا۟

“Janganlah kalian merasa lemah.”

Begitu pula pelajaran berupa kisah dari Surat Al-Qashas ayat 22 ketika Nabi Musa yang berasal dari Mesir pergi ke sebuah negeri yang baru baginya bernama Madyan.

Apa yang terucap dari lisan Nabi yang mulia tersebut?

وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَآءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّىٓ أَن يَهْدِيَنِى سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

Dan tatkala ia menghadap ke jurusan negeri Madyan ia berdoa (lagi), “Mudah-mudahan Tuhanku membimbingku ke jalan yang benar.”

Perhatikan bahwa Nabi Musa memiliki self identity yang bagus sekali bahwa beliau adalah seorang pembelajar, sehingga siap menerima bimbingan dari Tuhan.

Bahwa beliau tak mau terjerumus dalam perbuatan tercela, sehingga yang terpikir dalam hatinya hanya jalan yang benar.

Pada kasus-kasus yang kita sebutkan sebelumnya di atas, pasti akan lebih bernilai jika kita memberi identitas pada diri sendiri sebagai pribadi yang siap bertumbuh, pembelajar, dan berhak untuk sukses.

Mulai dari apa yang kita katakan.

“Memang saya orang kampung! Justru itu rasa keingintahuan saya besar dan membuat saya tak akan berhenti mencari tahu tentang apapun.”

“Saya gaptek, sehingga saya semangat belajar lebih cepat dibandingkan orang lain untuk mengejar kegaptekan saya.”

“Saya datang dari keluarga miskin, jadi seharusnya jatah miskin saya sudah habis. Tinggal jatahnya untuk berusaha dan raih kesuksesan.”

Setelah selesai makan, saya dan istri meninggalkan tempat tersebut. Dalam hati saya bertanya-tanya, identitas seperti apa yang akan selalu saya labelkan pada diri sendiri?

Saya harus hati-hati, karena semua ini bermula dari identitas dan berakhir menjadi kenyataan.[ind]

Sumber: https://t.me/semangatsubuh

 

Tags: Self Identity Bukan Sekadar Kartu Identitas
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Doktor ITS Kembangkan Model Prediksi Perilaku Pejalan Kaki

Next Post

ParagonCorp Mendukung Fasilitas Water Station di Tujuh Halte Strategis TransJakarta

Next Post
ParagonCorp Mendukung Fasilitas Water Station di Tujuh Halte Strategis TransJakarta

ParagonCorp Mendukung Fasilitas Water Station di Tujuh Halte Strategis TransJakarta

Perjalanan Haji pada Masa Lalu

Perjalanan Haji pada Masa Lalu

Tantangan yang Dihadapi Komisi Penyandang Disabilitas dalam Memberi Layanan Haji

Tantangan yang Dihadapi Komisi Penyandang Disabilitas dalam Memberi Layanan Haji

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    288 shares
    Share 115 Tweet 72
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9287 shares
    Share 3715 Tweet 2322
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4208 shares
    Share 1683 Tweet 1052
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4789 shares
    Share 1916 Tweet 1197
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11747 shares
    Share 4699 Tweet 2937
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2469 shares
    Share 988 Tweet 617
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga