• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Cerita tentang Polisi dan Maling

17/07/2022
in Khazanah
Belajar Gaul dengan Tetangga (3)

Ilustrasi, foto: braincharm.com

100
SHARES
770
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

POLISI dan maling itu tidak pernah damai. Polisi berada di barisan kebenaran. Sementara maling ada di barisan kejahatan.

Dalam film-film jaman baheula, polisi dan maling tidak pernah berdamai. Keduanya saling bermusuhan. Di mana ada polisi, di situ tidak ada maling.

Film pun terus berkembang. Bukan hanya teknologinya, tapi juga bagaimana ceritanya. Semakin era keterbukaan bergulir, cerita dalam film lebih mendekati kenyataan aslinya.

Dalam film kekinian pula, akhirnya publik bisa menyaksikan sosok polisi dan maling dalam wajah yang lain. Ada yang disebut kemasan sindikat, mafia, dan lainnya.

Dalam kemasan sindikat dan mafia, polisi dan maling tidak selalu bermusuhan. Seperti halnya politik, ada adagium yang dipegang, ‘Tidak ada musuh abadi. Yang ada, kepentingan abadi.’ Begitu pun cerita film tentang polisi dan maling.

Polisi dan maling, diceritakan, bersatu dalam satu kepentingan yang sama: kepentingan atau keuntungan. Bentuknya apalagi kalau bukan uang.

Jadi, film menggambarkan seolah ada institusi dalam institusi. Ada institusi resmi, ada yang tidak resmi. Yang resmi seperti yang dipahami publik atau penonton, sementara yang tidak resmi itulah yang menarik.

Dalam institusi yang tidak resmi, anak buah bisa berfungsi sebagai atasan dan atasan menjadi bawahan. Tergantung dari kesepakatan dengan pihak kedua, yaitu maling. Karena dunia maling tidak peduli dengan pangkat, yang penting loyalitas atau kesetiaan.

Film juga menceritakan tentang dinamikanya. Antara lain, polisi diuntungkan dengan setoran yang besarnya bisa berlipat-lipat dari gaji resmi. Sementara maling diuntungkan dengan adanya keamanan dan kenyamanan dalam nyolong.

Ya, namanya juga film. Ada awalnya, ada ketegangannya, dan ada juga cerita akhirnya. Cerita akhirnya biasanya dengan aksi tembak-tembakan.

Siapa yang dimenangkan dari cerita akhir itu? Nah, ini tergantung lagi dengan versi filmnya. Kalau film yang edisi lama, biasanya klise: yaitu polisi baik yang menang dan para maling pun kalah.

Namun di versi terbaru, ceritanya lebih kreatif. Tidak ada polisi baik yang menang, dan tidak juga para maling yang kalah. Yang menang adalah pihak ketiga yang sejak awal memang ‘memainkan’ kebobrokan itu untuk kepentingan diri dan kelompoknya yang lebih besar.

Siapakah pihak ketiga itu? Dalam film Hollywood yang berlatar belakang Amerika, pihak ketiga itu biasanya para politisi licik. Bisa dari kalangan parlemen yang merupakan perpanjangan partai, bisa juga top eksekutif yang haus kekuasaan.

Semua itu hanya dalam cerita film. Semoga tidak pada cerita aslinya. [Mh]

 

Tags: Cerita tentang Polisi dan Maling
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Layakkah Sifat Pelupa Sebagai Alasan Tidak Menghafal Al-Quran?

Next Post

DPRD Jawa Barat Siap Advokasi Penerimaan Siswa Baru Jenjang SMA

Next Post
DPRD Jawa Barat Siap Advokasi Penerimaan Siswa Baru Jenjang SMA

DPRD Jawa Barat Siap Advokasi Penerimaan Siswa Baru Jenjang SMA

Hukum Imam Membaca Mushaf dalam Shalat

Hukum Imam Membaca Mushaf dalam Shalat

Salimah Kabupaten Bogor Gelar Sekolah Pranikah Usia Remaja

Salimah Kabupaten Bogor Gelar Sekolah Pranikah Usia Remaja

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    273 shares
    Share 109 Tweet 68
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Resep Singkong Keju Goreng

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Agar Bidadari Cemburu Padamu

    186 shares
    Share 74 Tweet 47
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7820 shares
    Share 3128 Tweet 1955
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

    219 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Gelar Majelis Taklim di Pendopo, Fery Farhati Berpesan Agar Semangat Mendatangi Majelis Ilmu

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga