• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 3 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Ustazah

Untuk Apa Kita Mencari Harta?

09/06/2021
in Ustazah
Ukasyah Ingin Rasulullah Membayar Hutang

Foto: Pixabay

76
SHARES
584
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Chanelmuslim.com – Allah tidak menagih rezeki dari kita. Justru Dialah yang memberi rezeki. Untuk apa kita menumpuk atau memperbanyak harta. Bila datang waktu shalat atau beribadah, kita wajib segera beribadah. Tinggalkan pekerjaan mencari rezeki, dan jangan khawatir, ibadah tidak akan mengurangi rezeki.

Ustadz Irsyad Syafar, LC. M, Ed memberikan nasihat kepada kita perihal harta.

Allah SWT tidak pernah menyuruh kita untuk menumpuk harta. Juga tidak pernah meminta “setoran” kepada kita. Tugas kita dari Allah adalah beribadah menyembah-Nya.

Allah Ta’alaa berfirman:

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat, dan bersabarlah melaksanakannya, Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberimu rezeki, dan kemenangan di akhir hanya bagi orang bertaqwa.” (QS Thaha: 132)

Jadi, Allah tidak menagih rezeki dari kita. Justru Dialah yang memberi rezeki. Untuk apa kita menumpuk atau memperbanyak harta. Bila datang waktu shalat atau beribadah, kita wajib segera beribadah. Tinggalkan pekerjaan mencari rezeki, dan jangan khawatir, ibadah tidak akan mengurangi rezeki.

Kita diperintahkan bekerja mencari rezeki adalah agar kita dapat memenuhi kebutuhan makan, minum, pakaian dan tempat tinggal yang halal. Agar kita terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat. Kalau gara-gara mencari rezeki kita tidak jadi beribadah atau justru berbuat dosa, maka kita telah salah jalan.

Bila sekadar untuk makan, pakaian dan tempat tinggal sudah cukup, masihkah kita harus mencari tambahan harta dan memperbanyaknya? Atau bolehkah kita terus menjadi kaya raya?

Mestinya tidak boleh lagi. Karena kebutuhan kita sudah selesai. Sementara tugas utama kita beribadah kepada Allah tidak pernah usai. Cukup atau tidak cukup rezeki kita, ibadah tetap wajib tak ada dispensasi.

Namun, kita masih boleh dan bahkan sangat baik untuk terus menambah harta kekayaan kita. Tapi bukan untuk kita secara langsung, melainkan untuk menambah kualitas dan kuantitas ibadah kita.

Silakan kita tambah terus harta kita yang halal agar kita bisa berzakat, pergi haji dan umrah, menghajikan dan mengumrahkan orang yang tidak mampu, menanggung biaya pendidikan sebanyak-banyaknya anak-anak miskin, membangun masjid, mendirikan sekolah dan pusat-pusat dakwah, membangun rumah yang layak bagi keluarga faqir, membiayai pengobatan orang-orang miskin, menyediakan air bersih, menggaji para imam masjid dan da’i, membekali para pejuang di jalan Allah serta berbagai amal shaleh lainnya. Itu semua menjadi “harta” abadi kita, berkah di dunia dan berlipat ganda di akhirat kelak.

Dengan sekian banyaknya medan amal shaleh, justru setiap muslim “harus” kaya raya. Hartanya berguna untuk membiayai semua agenda tersebut. Wajarlah kalau Rasulullah saw menyatakan bahwa, “Sebaik-baik harta yang baik adalah di tangan orang yang shaleh…” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Albany).

Akan tetapi, alangkah rugi dan kecewanya, bila seseorang bekerja habis-habisan, mengerahkan seluruh tenaga, pikiran dan waktunya, sampai punya kekayaan melimpah ruah. Namun hanya untuk makan dan minum, kendaraan bergonta-ganti, rumah mewah untuk tidur, uang dan emas menumpuk di berbagai rekening dan bank. Alangkah sedikitnya harta yang dia “nikmati”. Berapalah yang habis untuk makan dan pakaian, berapalah yang terpakai untuk tidur dan istirahat. Selebihnya akan segera berpindah tangan saat dijemput kematian. Lalu di akhirat NOL besar tidak punya aset sama sekali. Bahkan makan minum dan pakaian itu pun akan ditagih pertanggungjawabannya di hadapan Allah swt.

Rasulullah saw bersabda:

“Seorang hamba berkata, hartaku hartaku… Sesungguhnya hartanya yang menjadi miliknya hanyalah yang dia makan lalu habis, dan yang dia pakai lalu lusuh, dan yang dia infaqkan lalu berlalu. Sedangkan sisanya akan pergi dan dia tinggalkan untuk orang lain…”
(HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Mari menjadi orang kaya agar banyak beribadah.

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berisi Konten Radikal, Pemerintah Blokir Sebelas Situs

Next Post

Menangkap Pesan Teror Thamrin

Next Post

Menangkap Pesan Teror Thamrin

Rempeyek Rebon Pedas

Rempeyek Rebon Pedas

30 Persen Anak Indonesia Bertubuh Pendek karena Mie Instan?

Ini Camilan Berlabel 'Sehat' yang Bikin Gemuk

  • Kisah Syahadat Seorang Gadis Didampingi Ibunya yang Non Muslim

    Heboh di Ponpes Putri Hamalatul Qur’an Sukoharjo

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Bagaimana Cara Menanam Cabai di Pot untuk Pemula agar Cepat Tumbuh dan Berbuah?

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1452 shares
    Share 581 Tweet 363
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9666 shares
    Share 3866 Tweet 2417
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2593 shares
    Share 1037 Tweet 648
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4363 shares
    Share 1745 Tweet 1091
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2518 shares
    Share 1007 Tweet 630
  • Motif Hawa Karya Pipit Pramudia, Perpaduan Batik Parang dan Kawung dalam Balutan Modest Fashion yang Anggun

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Di Balik Panggung Konser Bocelli

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga